Unika Soegijapranata Jadi Universitas Transformasi
Rabu, 1 Agustus 2018 | 8:27 WIB

image

YANG tetap dalam dunia ini adalah perubahan, demikian kita sering dengar ungkapan tersebut. Ma ka untuk bisa tetap bertahan, kita tidak boleh diam, stagman, dan statis tetapi harus berubah. Sementara Itu, teori evolusl Darwin mengajarkan bahwa yang bisa bertahan adalah mereka yang mampu beradaptasi. Jika kedua hal tersebut kemudian disatukan maka organisasi yang mampu menghadapi perubahan dunia adalah mereka yang mampu beradaptasi. Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Katholik (Unika), Prof Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MSIEC.

Unika Soegijapranata dalam usianya yang ke-36 tahun juga harus menghadapi perubahan yang terjadi di dunia, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi. Revolusi Industri 4.0 sebagai fenomena perubahan menuntut adaptasi dari semua elemen ke dalam era disrupsi. Mereka yang tidak mampu melakukan self-disruption akan kesulitan untuk beradaptasi.

Sebagai peeguruan tinggi swasta pertama di Jawa Tangah yang berhasil meraih Akreditasi Institusi A, Unika Soegijapranata tidak boleh diam. Untuk itulah kami mencari bidang-bidang baru yang selama ini belum kite jelajahi sebagai upaya mempertahankan proses adaptasi kami terhadap perubahan.

Unika Soegijapranata mengirimkan Paduan Suara Gratia Choir untuk ikut dalam ajang unjuk did kemampuan olah dan padu suara di tingkat global. Kami boleh berbangga karena kami membawa pulang Gold Medal Second Place Grand Prix Competition dan Best Performance di Italia.

"Membekali mahasiswa kami dengan serangkaian pelatihan soft skill, dari sejak awal Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru, Live In untuk mengenal kehidupan masyarakat secara nyata, Arising the Grateful Winner yang membantu mahasiswa mengenali potensi luar biasa dalam dirinya, Latihan Kepemimpinan Dasar dan Lanjut hingga KKN tematik yang lebih mengakrabkan mahasiswa dengan Persoalan-persoalan khusus dan nyata dalam masyarakat. Unika Soegijapranata bukan Menara gading yang terpisah dari masyarakatnya," terang dia.

Lanjut dia, jelajah dunia virtual juga menjadi bagian dad proses adaptasi di era disrupsi ini. Presensi menggunakan QR Code, Cyber Unika, memberi pengalaman kuliah bahkan ujian melalui dunia maya. Layanan 24 jam bagi pertanyaan-pertanyaan umum seputar Unika melalui Vanika- assistant virtual di LINE, Telegram, atau Facebook Messenger. Kemudahan bagi perusahaan peserta jobfair yang diselenggarakan Unika untuk mengakses data mahasiswa yang berkeinginan berkarya di perusahaan tersebut secara digital lengkap dengan verifikasi dosen wali. Berbagai aplikasi lain yang ditanamkan dalam telepon genggam mahasiswa juga membantu menjadikan universitas yang siap bertransformasi.

Jelajah global juga makin dilakukan dengan berbagai program double degree dan fast track dengan universitas partner di Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan Taiwan. Pertukaran pelajar dengan transfer kredit juga sudah semakin mudah dilakukan oleh mbhasIswa.

"Kedatangan mahasiswa asing untuk penelitian, magang, dan belajar di berbagai fakultas juga menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa Unika Soegijapranata. Hal itu juga didukung dengan semakin banyaknya dosen kami yang diminta untuk menjadi dosen tamu di Filipina dan Taiwan," terang dia.

Kegiatan tersebut membuktikan bahwa Unika Soegijapranata adalah universitas transformasi yang tidak saja melakukan proses transformasi dari lembaga, tetapi juga mendorong terjadi transformasi dari mahasiswa dan seluruh civitas academica untuk siap beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0.

Suara Merdeka 1 Agustus 2018 hal. 3

Kategori: