Teknologi Informasi untuk Layanan Kesehatan
Kamis, 23 Agustus 2018 | 8:25 WIB

WWS 21_8_2018 Teknologi Informasi untuk Layanan Kesehatan

Konsep ‘Internet of Things, memungkinkan berbagai perangkat di sekitar kita dapat terhubung ke internat. Termasuk dalam menggunakan maupun menyimpan berbagai data yang dibutuhkan, dan diakses oleh sistem yang terkait.

“Bagi dokter yang bisa menyediakan layanan koneksi data tersebut, tentunya akan menjadi bentuk layanan baru yang akan memudahkan pasien sekaligus meningkatkan minat masyarakat. Terutama pada segmen tertentu, untuk layanan kesehatan yang diberikan oleh dokter tersek-but,"terang Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya, dalam seminar Pendidikan Dokter di Indonesia ‘Interprofessional Education dan Antisipasi Disruption Era’, yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Unika Soegijapranata di MG Setos Semarang, kemarin.

■ Memperbarui Diri
Dipaparkan, para pelaku di dunia medis harus terus memperbarui diri, menyongsong perubahan demi perubahan yang akan terjadi saat anak didiknya lulus nanti. "Memahami masa depan sebagai normalitas baru, sama sekali berbeda dari yang dipelajari sebelumnya saat kuliah. Hal ini menuntut dunia pendidikan tinggi, tidak hanya memahami Revolusi Industri 4.0 semata-mata pada alat dan teknologi baru, tetapi sebagai kenyataan yang akan terintegrasi pada setiap bidang ilmu lulusannya nanti,"tambahnya.

Sementara, ketua tim pengembangan SDM Pendirian Fakultas Kedokteran Yayasan Sandjoio Dr dr Fx Awal Prasetyo, menuturkan seminar tersebut untuk mengantisipasi ber bagai macam perubahan yang cepat dan drastis diberbagai bidang. Khususnya dalam pelayanan kesehatan, yang nanti nya harus dihadapi oleh para dokter. Jadi dengan adanya seminar ini diharapkan para dokter yang hadir sebagai peserta dan kami itu sudah mempunyai satu platform untuk mengantisipasi perubahan perubahan atau disrupsi," jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut sebagai pembicara utama yakni Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan (Kapusrengun) SDM Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI dr Maxi Rein Rondonuwu, serta Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti Prof Intan Ahmad

►Wawasan 21 Agustus 2018

Kategori: