Ritual Karimunjawa
Senin, 27 Agustus 2018 | 15:06 WIB

WWS 27_08_2018 Ritual Karimunjawa

MAMPU menyelesaikan studi hanya dalam kurun waktu tiga tahun dengan IPK 3,86, menghantarkan Elisabeth Rain Ory sebagai wisudawati terbaik Fakultas Bahasa dan Seni, Unika Soegijapranata. Wanita kelahiran Semarang, 9 Juli 1993 ini mengatakan, memulai studinya di Unika pada tahun 2015.

Selain memiliki hobi belajar bahasa internasional yakni Bahasa Inggris, Rain panggilan akrabnya juga memiliki hobi fotografi dan desain. "Saya akhirnya tahun 2015 memutuskan menjalani studi Sastra lnggris di FBS Unika Soegijapranata, tak ada salahnya juga untuk mendalami hobi yang saya miliki," paparnya, belum lama ini.

Dia berharap, dengan belajar bahasa internasional mampu menunjang kehidupannya di masa depan. Di satu sisi, wanita yang kini telah berprofesi sebagai direktur di salah satu perusahaan advertising di Jakarta ini, mempunyai cerita unik ketika menyelesaikan skripsi.

Mengambil judul `Barikan Kecil Ritual in Karimunjawa Island’ atau Ritual Barikan Kecil di Pulau Karimunjawa, la mengaku mendapat pengalaman sew dan menarik. "Ritual Barikan Kecil ini diadakan penduduk di Pulau Karimunjawa, sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas apa yang telah mereka dapatkan, seperti rezeki, keselamatan, dan kesejahteraan," terangnya.

Dalam ritual tersebut, para penduduk menyiapkan nasi kuning berbentuk kerucut disertai kacang hijau, garam krosok, cabal, terasi, telur, dan bawang merah sebagai bentuk persembahan. Nasi kuning berbentuk kerucut, menyimbolkan bahwa segala doa yang dipanjatkan pasti akan naik ke atas, dengan kata lain pasti akan sampai kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Ada kepercayaan bahwa garam krosok atau garam kasar, dipercaya mampu melindungi para penduduk Karimunjawa dari berbagai energi negatif atau pengaruh gaib. Sedangkan, kacang hijau memiliki makna, di mana pun penduduk Karimunjawa berada dapat bertahan hidup," ungkapnya.

Dia pun mengaku, memilih menulis skripsi mengenai ritual Barikan Kecil ini, karena belum pernah ada yang menulisnya. “Saya juga ingin orang-orang dari seluruh penjuru dunia mengetahui ritual Barikan Kecil, dan merayakan keberagaman di Indonesia," jelas Rain.

►Wawasan 27 Agustus 2018 hal. 9, 10 , Ulas Barikan Karimunjawa, Jawapos Radar Semarang

Kategori: ,