PSU Unika Gelar Workshop Kota Inklusif dan Toleran
Senin, 13 Agustus 2018 | 9:31 WIB

image

Pusat Studi Urban (PSU) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata menggelar workshop “Membangun Kota yang Inklusif dan Toleran” di kampus setempat, Kamis (09/08/2018) dengan peserta dosen dari berbagai perguruan tinggi di Jawa.

Ketua PSU Unika Dr Y Trihoni Nalesti Dewi SH MHum menyatakan workshop merupakan rangkaian  kegiatan yang sudah diikuti oleh Pusat Studi Urban (PSU) Unika pada waktu yang lalu. Awalnya sebuah inisiasi untuk membentuk aliansi untuk pendidikan perdamaian yang kemudian pendidikan perdamaian itu menghasilkan sebuah komunitas lagi namanya Indonesian Peace Network (IPN). Kemudian dari komunitas itu, PSU berinisiatif untuk mengundang teman-teman yang dalam komunitas itu untuk duduk bersama membahas tentang salah satu topik. Topik itu adalah topik apa yang kira-kira bisa mewadahi semua bidang ilmu, yang akan memberikan kontribusi pada pembangunan

“Kita berpikir terjadinya fragmentasi antar masyarakat di kota-kota sangat memprihatinkan. Kami berpikir bagaimana kita semua bergerak untuk membangun sebuah kota yang inklusif dan toleran, karenanya kegiatan ini dimaksudkan untuk mengawali sebuah jaringan bersama dari segala bidang ilmu untuk ikut berkontribusi dalam membangun kota yang inklusif toleran Itu,” ucap Dr Trihoni.

Kegiatan, ujar Trihoni, bersifat akademis membahas tentang kota yang inklusif dan toleran, parameternya, ciri-cirinya, bagaimana dukungannya bagi feminism, bagaimana dukungannya bagi kerukunan beragama dan sebagainya. Juga ada penguatan jejaring, yaitu mau bergerak seperti apa? bagaimana bergerak dan bagaimana membangun jejaring menguatkan satu sama lain?

Ketua komunitas jejaring IPN Dr.-Ing. Wiyatiningsih menambahkan komunitas yang baru tahun lalu dibentuk ini juga mencoba untuk menggagas dan menggali melalui acara workshop dengan harapan apa yang mereka upayakan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah.

Media Networking

“Jadi ini adalah sebuah forum yang nantinya diharapkan bisa menjadikan media untuk networking dari anggotanya. Sementara baru beberapa universitas yang terlibat tetapi dari sini nanti mungkin akan dikembangkan lagi untuk kerjasama misalnya untuk penelitian bersama atau mungkin juga ada kolaborasi dengan mahasiswa terkait dengan kota yang inklusif dan toleran,”jelas Dr.-Ing. Wiyatiningsih.

http://www.kampussemarang.com, http://krjogja.com

Kategori: