Menggali Profesionalisme Dokter Ditengah Era Disrupsi
Senin, 20 Agustus 2018 | 12:54 WIB

Sebuah seminar Pendidikan Dokter di Indonesia dengan tema “Interprofessional Education dan Antisipasi Disruption Era” telah diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Kedokteran Dan Profesi Dokter Unika Soegijapranata yang saat ini sedang berproses dalam pendiriannya.

Acara yang diselenggarakan di MG SETOS Hotel pada Minggu (19/8) ini, dihadiri pula oleh Vikjen Keusukupan Agung Semarang Rm. YR Edy Purwanto, Pr; Ketua Yayasan Sandjojo Dr. Al. Agus Suryono, MM; Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya, MS., IEC serta dari Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan (Kapusrengun) SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS., juga  Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Intan Ahmad, Ph.D beserta para pembicara dan peserta lain yang hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor Unika Soegijapranata menyatakan tentang normalitas baru atau ‘The new Normal’ sebagai efek dari perkembangan teknologi yang mengarah pada era disrupsi dalam dunia medis.

“Konsep Internet of Things memungkinkan berbagai perangkat di sekitar kita dapat terhubung ke internet, menggunakan maupun menyimpan berbagai data yang dibutuhkan, dan diakses oleh sistem yang terkait. Bagi dokter yang bisa menyediakan layanan koneksi data tersebut, tentunya akan menjadi bentuk layanan baru yang akan memudahkan pasien sekaligus meningkatkan minat masyarakat terutama pada segmen tertentu untuk layanan kesehatan yang diberikan oleh dokter tersebut,”terang Prof. Ridwan.

“Para pelaku di dunia medis harus terus memperbarui diri, menyongsong perubahan demi perubahan yang akan terjadi saat anak didiknya lulus nanti. Memahami masa depan sebagai normalitas baru yang bisa sama sekali berbeda dari yang dipelajari sebelumnya saat kuliah, menuntut dunia pendidikan tinggi tidak hanya memahami Revolusi Industri 4.0 semata-mata pada alat dan teknologi baru semata, tetapi sebagai kenyataan yang akan terintegrasi pada setiap bidang ilmu lulusannya nanti,”tambahnya.

Medico Socio Humaniora

Sedangkan ketua tim pengembangan SDM Pendirian Fakultas Kedokteran Yayasan Sandjojo Unika Soegijapranata Dr. dr. Fx. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL, dalam penjelasannya mengutarakan maksud diadakannya seminar pendidikan dokter .

“Kegiatan seminar ini sebetulnya adalah untuk mengantisipasi berbagai macam perubahan yang cepat dan drastis di berbagai bidang dan khususnya di dalam pelayanan kesehatan yang nantinya harus dihadapi oleh para dokter. Jadi dengan adanya seminar ini diharapkan para dokter yang hadir sebagai peserta dan kami itu sudah mempunyai satu platform untuk mengantisipasi perubahan perubahan atau disrupsi,” jelas Dr. Awal.

“Dalam proses pengajuan izin pendirian program studi pendidikan dokter, kami sudah melakukan berbagai macam kegiatan yang mendorong kita semua untuk memikirkan tentang bagaimana program pendidikan dokter yang ke arah masa depan. Disamping itu program studi pendidikan dokter Unika sendiri juga sudah memiliki karakteristik yaitu melakukan pendidikan dengan pendekatan Medico Socio Humaniora, artinya bahwa pengembangan pendidikannya diarahkan pada profesi sebagai dokter (Medico), Socio itu memperhatikan aspek sosial atau kemasyarakatan dan Humaniora itu melihat individu manusia itu sendiri sebagai karya ciptaan Allah,” tutupnya. (fas)

Kategori: ,