KKN Banjarnegara Penuh Kesan dan Pesan
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 9:57 WIB

Usai sudah kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unika Soegijapranata Periode Genap 2017-2018 yang diadakan di Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara selama 21 hari dari Rabu (25/7) hingga Selasa (14/8) yang diakhiri dengan penarikan kembali mahasiswa yang telah tempatkan di Kecamatan Punggelan.

Upacara penarikan diadakan di Kantor Kecamatan Punggelan pada Selasa lalu (14/8), yang juga dihadiri oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Banjarnegara, Camat Punggelan, serta LPPM Unika Soegijapranata.

Dalam upacara penarikan mahasiswa tersebut, tiap perwakilan mahasiswa yang menjabat sebagai koordinator desa memaparkan presentasi yang mengungkap berbagai masalah yang ditemukan, selain itu juga dipaparkan pula solusi dari permasalahan tersebut dan beberapa program unggulan yang berasal dari program desa, program kelompok maupun program individu.

Salah satu pemaparan yang menarik datang dari perwakilan Desa Tlaga dan Desa Mlaya dimana keduanya termasuk kawasan merah yang berada di Kecamatan Punggelan. Kawasan merah yang dimaksud adalah suatu wilayah atau daerah yang tergolong desa tertinggal dan masih banyak membutuhkan perhatian dari pemerintah setempat, ditambah lagi munculnya mitos yang berkembang di masyarakat dengan anggapan bahwa apabila ada aparat pemerintah yang memasuki kawasan dusun tersebut akan turun jabatannya.

Michael, selaku perwakilan mahasiswa yang ditempatkan di Desa Tlaga mengungkapkan,”Di Desa Tlaga juga tak bisa dihindarkan dari ancaman berupa tanah longsor karena lokasi geografisnya. Tidak berhenti disitu, akses menuju Desa Tlaga juga minim penerangan yang menambah potensi terjadinya kecelakaan. Keterbelakangan ini diperparah dengan munculnya mitos negatif yang masih kuat dan melekat di tengah masyarakat, “jelas Michael.

Menanggapi pesan dari mahasiswa, Andri Mukti selaku Camat Punggelan menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas kontribusi mahasiswa Unika Soegijapranata secara masif dan penuh komitmen.

“Dari presentasi yang disampaikan oleh tim KKN, saya melihat hal ini menunjukkan adanya ikatan dengan masyarakat Desa Tlaga. Saya baru merasakan betapa program KKN ini dilaksanakan dengan sangat gigih memperjuangkan permasalahan yang ada di desa terkait. Dari pemaparan 6 perwakilan mahasiswa tiap desa, saya dapat menyimpulkan 3 permasalahan yang utama terkait infrastrukur, kesehatan maupun pendidikan. Terkait permasalahan di Dusun Simpar, Desa Tlaga saya merasa sudah saatnya keberadaan mitos tersebut untuk dipatahkan, sehingga denyut pembangunan bisa dirasakan oleh masyarakat setempat,” tegas Andri. (cal)

Kategori: ,