FIKOM UNIKA AWALI PERKULIAHAN DENGAN KULIAH UMUM
Selasa, 21 Agustus 2018 | 17:39 WIB

Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata dalam mengawali perkuliahan tahun akademik 2018/2019, pada hari Selasa (21/8) telah menyelenggarakan Kuliah Umum dengan mengundang narasumber Romo Dominicus Donny Widiyarso, Pr yang mendapat perutusan karya menangani IT di Keuskupan Agung  Semarang.

Acara yang diselenggarakan di ruang Teater gedung Thomas Aquinas Unika ini, tampak dipenuhi mahasiswa baru yang akan mengawali perkuliahannya di Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Unika.

Dalam penjelasannya, salah satu dosen FIKOM yang baru saja menyelesaikan studi S-3 nya, Robertus Setyawan Aji Nugroho, M.Comm.IT,. Ph.D memperkenalkan tentang Big Data sebagai himpunan data yang sangat besar dan perlu menggunakan teknologi tertentu untuk bisa memprosesnya.

“Saya memperkenalkan apa itu big data kepada para mahasiswa supaya mereka memahami seperti apa big data, bagaimana mereka mengoleksi data-data tersebut, kemudian bagaimana itu di analisis dan sebagainya. Sehingga harapannya para mahasiswa akan mengerti  kira-kira apa yang akan mereka pelajari selama empat tahun kedepan dan kemudian memprediksi sepuluh tahun kedepan akan seperti apa tantangannya, supaya mahasiswa itu punya pandangan bahwa belajar IT itu tidak sekedar bikin database, programming dan sebagainya,” jelas Aji Nugroho, Ph.D.

“Selain itu para mahasiswa juga bisa mendapat gambaran tentang apa itu big data dan mengambil manfaat dari adanya big data tersebut, algoritma-algoritmanya seperti apa kira-kira, implementasinya seperti apa, kemudian apa yang sudah dipakai oleh misalnya pemerintah, pengambil kebijakan dan perusahaan, serta  bagaimana memanfaatkan itu semua. Itu semua kita sampaikan kepada para mahasiswa dalam kuliah umum ini,”sambungnya.

“Jadi bagi mahasiswa baru saya kira tantangan dan sekaligus peluang buat mereka untuk bisa melihat  ke depan seperti apa, sehingga bisa memprediksi kira-kira 10 tahun lagi akan terjadi boom seperti apa, lalu mereka bisa melakukan apa? bisa menciptakan apa? Jadi empat  tahun kuliah di FIKOM harapannya mereka selalu bertanya, selalu heran terhadap sesuatu lalu akhirnya membuat dan menciptakan sesuatu yang berguna,” terang Aji.

Digital Native

Sedangkan Romo Donny sebagai praktisi IT, juga memberikan bekal pengalamannya dalam mengeluti dunia IT yang dilakukan dengan belajar sendiri tanpa mendapat pendidikan formal.

“ Saya yang tidak pernah mendapatkan pendidikan formal tentang ilmu komputer apapun, saya ternyata dipercaya untuk mendapat karya atau perutusan di bidang IT oleh Romo Uskup. Saya saja yang seperti ini berani belajar apalagi mereka yang mendapat pendidikan formal karena justru di dunia digital atau dunia IT ini peluang terbuka untuk mereka. Saya berpesan untuk tidak pernah berhenti belajar karena belajar tidak ada gagalnya, kita akan gagal belajar ketika kita memutuskan berhenti belajar. Karena hari ini tidak berhasil besok belajar lagi, coba lagi, itu nggak apa-apa justru itu tadi yang saya tekankan,” ucapnya.

“Sekarang trend di dunia digital itu adalah adanya disintermediasi, jadi peran perantara itu semakin tidak ada. Kalau dulu dari perusahaan ke konsumen itu melalui distributor atau pengecer besar dan pengecer kecil baru sampai ke konsumen tapi sekarang dengan adanya aplikasi dengan dunia web dan sebagainya, dari penjual langsung ke konsumen. Posisi ini yang menjadi peluang untuk teman-teman untuk berkarya akhirnya menjadi perantara di dalam dunia tanpa perantara karena melalui sistem, melalui dunia digital dan teknik informasi maupun kemampuan mereka pelajari disini, mereka bisa masuk di situ, hadir di dalam dunia yang arah perubahannya seperti itu, warnanya sekarang seperti itu.”

“Pesan saya untuk anak-anak muda yang disebut sebagai digital native artinya orang yang sudah lahir dalam zaman dunia digital, sebetulnya Ini sebuah peluang besar dan keuntungan untuk mereka karena cara berpikir, cara berada, cara berinteraksi, cara memaknai kehidupan itu sangat-sangat ditentukan dan diwarnai oleh digital world atau dunia digital ini, maka memang kalau dunia dipandang sebagai modal bagi mereka, beruntung mereka bisa berkembang di situ, walaupun bisa sebaliknya juga dunia digital bisa menjadi banyak hal, menjadi sumber ketidakbaikan, tindak kejahatan atau apa pun juga. Maka untuk temen-temen milenial ini, gunakan ini sebagai sebuah peluang untuk hidup, peluang untuk bertahan hidup dan peluang untuk berkembang karena kalian hidup di dunia itu, temen-temen hidup di dunia digital,” tutupnya. (fas)

Kategori: ,