FBS Unika Mencetak Wisudawati Terbaik dengan Masa Studi Tercepat
Kamis, 23 Agustus 2018 | 13:45 WIB

Mampu menyelesaikan studi hanya dalam kurun waktu tiga tahun dengan IPK 3,86 berhasil menjadikan Elisabeth Rain Ory sebagai wisudawati terbaik Fakultas Bahasa dan Seni, Unika Soegijapranata. Wanita kelahiran Semarang, 9 Juli 1993 ini menyampaikan bahwa ia memulai studinya di Unika Soegijapranata pada tahun 2015 dengan memilih program studi Sastra Inggris, program studi yang dimiliki oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

Selain memiliki hobi belajar bahasa internasional yakni Bahasa Inggris, Elisabeth Rain Ory pun memiliki hobi di bidang fotografi dan desain.

“Saya memang dari kecil sudah memiliki hobi untuk belajar Bahasa Inggris. Lalu saya akhirnya pada tahun 2015 memutuskan untuk menjalani studi Sastra Inggris di FBS Unika Soegijapranata, tidak ada salahnya juga untuk mendalami hobi yang saya miliki,” ujar Rain kepada Tim Social Media Buzzer FBS Unika pada Rabu (8/8) yang lalu. Wanita berusia 25 tahun ini menambahkan bahwa Bahasa Inggris mampu menunjang kehidupannya di masa depan.

Selama menempuh studinya di Unika Soegijapranata, Rain mengakui banyak sekali hal baru yang ia dapatkan, seperti: para dosen FBS yang sangat bersahabat, perhatian dan sabar dalam menghadapi para mahasiswa. Selain itu, Rain mampu menyalurkan bakat serta minat yang ia miliki untuk FBS seperti membuat desain poster, banner, billboard hingga membuat desain logo FBS yang terbaru.

Ritual Barikan Kecil

Wanita yang kini telah berprofesi sebagai seorang direktur di salah satu perusahaan advertising di Jakarta ini, membeberkan bahwa judul skripsinya adalah “Barikan Kecil Ritual in Karimunjawa Island” yang berarti Ritual Barikan Kecil di Pulau Karimunjawa.

Ritual Barikan kecil sendiri merupakan ritual yang diadakan oleh penduduk di Pulau Karimunjawa satu kali dalam sebulan sebagai ucapan syukur mereka kepada Tuhan atas apa yang telah mereka dapatkan selama ini seperti rezeki, keselamatan, dan kesejahteraan.

Dalam ritual tersebut, para penduduk menyiapkan nasi kuning berbentuk kerucut yang disertai dengan kacang hijau, garam krosok, cabai, terasi, telur dan bawang merah sebagai bentuk persembahan mereka. Nasi kuning berbentuk kerucut menyimbolkan bahwa segala doa yang dipanjatkan pasti akan naik ke atas dengan kata lain pasti akan sampai kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian, Elisabeth Rain Ory menyatakan bahwa garam krosok dipercaya mampu melindungi para penduduk Karimunjawa dari berbagai energi negatif atau pengaruh gaib. Sedangkan, kacang hijau memiliki makna bahwa dimana pun penduduk Karimunjawa berada, mereka dapat bertahan hidup.

“Saya memilih untuk menulis skripsi mengenai ritual Barikan kecil ini memang karena belum ada satu orang pun yang menulis tentang hal tersebut. Kemudian, saya ingin orang-orang dari seluruh penjuru dunia mengetahui ritual Barikan kecil dan merayakan keberagaman di Indonesia,” jelas Rain.

Sementara itu, Dekan FBS Unika Soegijapranata, Bernardus Retang Wohangara, S.S, M.Hum ketika ditemui di Ruang Sidang FBS pada Senin (20/8) menyampaikan harapannya berkaitan dengan Elisabeth Rain Ory yang mampu menjadi wisudawati terbaik FBS. Harapan tersebut ditujukan bagi mahasiswa/i aktif FBS Unika agar mereka dapat terpacu semangatnya untuk meraih prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik seperti halnya Rain.

“Keinginan kami dosen di Fakultas Bahasa dan Seni bahwa mahasiswa bisa belajar dengan baik, bisa belajar dengan waktu yang efektif sehingga mereka bisa lulus dengan cepat tanpa meninggalkan kualitas pendidikan. Jadi, FBS memberikan ruang bagi para mahasiswa untuk menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun karena kalau kita bicara secara filosofis, kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi itu kan sebagai proses hidup di dunia. Mahasiswa datang ke Unika ini untuk belajar kemudian dia siap untuk kehidupan selanjutnya setelah lulus. Jadi, mahasiswa jangan berlama-lama kuliah karena ada tantangan lain yang harus mereka hadapi. Sebagai pekerja keras yang mampu menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun, Rain menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa/i FBS; prestasi yang ia miliki pun imbang. Prestasi akademiknya bagus dan non akademiknya pun juga bagus misalnya Rain terlibat dalam perekaman audio visual untuk sistem pembelajaran daring,” ucap Retang, sapaan akrab Dekan FBS Unika.

Pada akhir sesi wawancara, Dekan FBS Unika pun menyampaikan cara sukses bagi mahasiswa/i aktif FBS Unika agar bisa berprestasi dan lulus dalam waktu singkat.

“Jika para mahasiswa mampu mempertahankan IP minimal 3.00 dari semester 1 hingga kurang lebih semester 5 dan mau memikirkan skripsi semenjak semester 3 atau 4, pasti dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu singkat” tandasnya.

Kategori: ,