Dies Natalis Unika Ajak Civitas Dalami Transformasi Inspiratif
Jumat, 3 Agustus 2018 | 14:13 WIB

Tanpa terasa Unika Soegijapranata sudah 36 tahun berkarya bagi negeri dengan mendidik putra putri terbaik bangsa melalui talenta terbaik oleh dosen dan karyawan. Setiap tahun Unika selalu memiliki tema karya yang diusung sesuai semangat patron universitas yaitu Mgr. Soegijapranata dalam pelayanannya, yang untuk tahun ajaran 2017/2018 mengangkat tema karya “Transformasi Inspiratif”.

Berkaitan dengan rentetan acara Dies Natalis Unika Soegijapranata ke-36, maka panitia dies mengajak seluruh civitas untuk mendalami Transformasi Inspiratif melalui seminar yang  dilaksanakan pada Kamis (2/8) di Teater Thomas Aquinas, kampus Unika.

Dalam sambutannya, Rektor Unika Soegijapranata, Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya MS.IEC menuturkan bahwa tema karya “Transformasi Inspiratif” ingin menekankan bahwa setiap pribadi harus bisa menyesuaikan perubahan yang terus terjadi sesuai tuntutan zaman namun tanpa harus mengubah originalitas agar hasil yang diperoleh dapat menjadi inspirasi bagi yang lain dengan talenta dan karya masing-masing,

“Perubahan terus terjadi dan mau tidak mau harus diikuti serta dapat lebih fleksibel dalam menghadapi tuntutan perubahan zaman tersebut. Tema karya tahun ini juga sejalan dengan program kerja rektorat dan civitas yang ingin menghubungkan seluruh talenta agar dapat berkembang melalui Unika Connect agar dapat berdampak bagi orang lain. Seminar yang bertajuk sama seperti tema karya dan mendalami dibidang kewirausahaan serta teknologi keuangan dapat menjadi inspirasi bagi kita agar dapat mentransformasikan talenta untuk dapat menginspirasi orang lain, utamanya bagi generasi muda,” tutur Prof. Ridwan.

Lebih lanjut, dalam menindaklanjuti semangat transformasi bagi kinerja civitas akademika Unika, saat ini berbagai layanan biro sudah bisa dirasakan perubahannya seperti UPT Perpustakaan yang mulai Tahun akademik 2018/2019 akan menerapkan metode pembayaran non tunai bagi denda dan keanggotaan dari luar Unika serta Biro Administrasi Akademik yang mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan berbagai surat dan legalisasi dokumen melalui sintak (sistem informasi akademik terpadu) sehingga prosesnya menjadi cepat, akurat dan tidak berbayar.

Digital Transformation

Saat ini telah terjadi proses revolusi 4.0 yang membuat orang dapat memulai sebuah bisnis tanpa modal yang besar dan keuntungannya dapat melebihi pemain pasar besar yang pada akhirnya nanti dapat mempengaruhi segmentasi pasar dan perilaku konsumen. Hal itulah yang dialami oleh Hero Wijayardi dan Mariani selaku Owner Meme Floris Semarang dalam paparannya sebagai narasumber seminar sesi I.

“Era disruption ini belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan bagi orang yang ingin berwirausaha saat ini tidak perlu modal yang besar dapat melakukan sesuatu dan pada akhirnya dapat mendistrup pemain lama sekaligus peluang bagi orang untuk melakukan inovasi dengan kunci melakukan kolaborasi bersama berdasarkan konektivitas di teknologi. Jadi tidak ada kesulitan dalam membuka sebuah bisnis pada era ini. Untuk menjadi seorang entrepreneur harus menekankan pola mindset untuk selalu struggling dalam membangun sebuah usaha .”

Sementara pada sesi II  narasumber dari PT. Visionet Data Internasional Liely Kartika Sari menuturkan tentang wujud transformasi digital di sektor finansial yaitu Financial Technology (Fintech).

“Kita berbicara mulai transformasi dari yang secara makro, apa aja sih yang terjadi di dunia ini dengan adanya segala macam transformasi, dan tampaknya yang paling besar sih digital transformation. Dengan adanya digital transformation itu mempengaruhi kehidupan sosial kita, terjadi perubahan kehidupan sosial, nah impactnya seperti apa nanti di kehidupan kita,  terus apa yang visionet lakukan untuk menghadapi impact seperti itu. Baru kemudian apa yang kita lakukan bekerja sama dengan Unika sesuai dengan apa yang visionet lakukan. Setelah itu Unika mau ngapain ke depannya, ini kita sudah punya solusinya gitu, kita mau ajak kerjasama,” tutur Liely.

“Untuk di Indonesia dalam hal digital tranformation, Indonesia masih berusaha untuk mengikuti. Demikian juga secara payment dalam digital transformation itu di luar negeri jauh lebih bagus. Apalagi di Cina, kan saya sudah pernah juga ikut datang ke sana, sudah dua kali untuk melihat bagaimana mereka melakukan pembayaran, sudah lebih canggih. Di Indonesia kita masih berusaha untuk memutuskan, karena society kita masih banyak yang cash atau cash  society, oleh karena itu kita harus merubah mindset dulu, dengan mulai dari retail dulu baru nanti mulai mengarah ke payment,” tutupnya. (Ign)

Kategori: ,