Angkat Ritual Barikan
Jumat, 24 Agustus 2018 | 11:44 WIB

TRBJ 24_08_2018 Angkat Ritual Barikan

CEPAT dan berprestasi. Begitulah Elisabeth Rain Ory, dalam mejalani kuliah di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Katolik (Unika) Soegijaprata.

Rain tidak hanya cepat dalam menyelesaikan studi S.1 tetapi juga menjadi yang terbaik sebagai wisudawati dengan IPK 3,86, Senin (20/8).

Gadis kelahiran Semarang, 9 Juli 1993, itu mengatakan memulai studinya di Unika Soegijapranata pada tahun 2015 dengan memilih program studi Sastra Inggris di FBS Unika Soegijapranata.

"Saga memang dari kecil sudah memiliki hobi untuk belajar Bahasa Inggris. Lalu saya akhirnya pada tahun 2015 memutuskan untuk menjalani studi Sastra Inggris," ujar Rain. Penyuka fotografi dan desain, itu bukan tanpa alasan memilih studi Sastra Inggris. Baginya Bahasa Inggris mampu menunjang kehidupannya di masa depan. Selain itu, di FBS ia mengaku bisa mengembangkan hobi membuat desain poster, banner, billboard hingga membuat desain logo FBS yang terbaru.

Wanita yang kini telah berprofesi sebagai seorang direktur di salah satu perusahaan advertising di Jakarta ini, mengangkat skripsi berjudul "Barikan Kecil Ritual in Karimunjawa Island", yang berarti Ritual Barikan Kecil di Pulau Karimunjawa.

Ritual Barikan kecil sendiri merupakan ritual yang diadakan oleh penduduk di Pulau Karimunjawa satu kali dalam sebulan sebagai ucapan syukur mereka kepada Tuhan atas apa yang telah mereka dapatkan selama ini, seperti rezeki, keselamatan, dan kesejahteraan.

Dalam ritual tersebut, para penduduk menyiapkan nasi kuning berbentuk kerucut yang disertai dengan kacang hijau, garam krosok, cabal, terasi, telur dan bawang merah sebagai bentuk persembahan mereka. Nasi kuning berbentuk kerucut menyimbolkan bahwa segala doa yang dipanjatkan pasti akan n sampai kepada Tuhan Yang Mahia Esa.

Sedangkan garam krosok dipercaya mampu melindungi para penduduk Karimunjawa dari berbagai energi negatif atau pengaruh gaib. Sedangkan, kacang hijau memiliki makna bahwa di mana pun penduduk Karimunjawa berada, mereka dapat bertahan hidup.

"Saya memilih untuk menuIis mengenai ritual Barikan Kecil ini memang karena belum ada satu orang pun yang menulis tentang hal tersebut. Kemudian, saya ingin orang-orang dari seluruh penjuru dunia mengetahui ritual Barikan Kecil dan rnerayakan keberagaman di Indonesia," jelas Rain.

â–ºTribun Jateng 24 Agustus 2018 hal 9, 17 

Kategori: