Unika Diseminasikan Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Senin, 30 Juli 2018 | 9:58 WIB

“Kenapa kami memilih tema “Early Warning On Drugs, Don’t Let Drugs Keep You Down” ini? , karena mendeteksi dini mereka-mereka yang menyalahgunakan narkoba ini jauh lebih penting daripada ketika kita membiarkan penyalahgunaan narkotika terus terjadi dan ketahuan oleh banyak orang. Nah langkah kecil inilah yang bersifat pencegahan yang saya rasa harus kita lakukan” ujar  B Danang Setianto, SH., LL.M., MIL  dalam sambutannya sebagai Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata dihadapan peserta seminar saat membuka Seminar pada Sabtu (28/7).

Wakil Rektor  IV Unika ini juga berharap dengan terselenggaranya seminar diharapkan bisa memberikan wawasan atau pengetahuan kepada peserta seminar tentang cara mendeteksi dini seseorang menyalahgunakan narkotika serta cara pencegahannya agar tidak semakin meluas.

Sedang  Carolus Indra Dwi Purnama, S.Psi., M.Psi sebagai pembicara seminar  sekaligus  Dosen Fakultas Psikologi Unika yang pernah mendapat penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng memaparkan cara mendeteksi dini untuk mengetahui seseorang apakah menyalahgunakan narkotika atau tidak. Menurutnya salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melihat seseorang menyalahgunakan narkoba atau tidak bisa tampak dari perubahan perilakunya.

“Bisa melalui indikasi ketidak-taatannya pada sekolah atau perusahaan, mulai bermasalah dengan tugas-tugas sekolah, mulai sering tidak berangkat kerja. Tetapi tidak bisa semuanya dipukul rata seperti itu, kita perlu mendekati mereka dan mendengarkan apa keluhan mereka sehingga kita bisa mengetahui kondisi mereka” ujar Indra.

Selanjutnya, Indra pun menambahkan jika seorang siswa ataupun seorang karyawan terindikasi menyalahkangunakan narkoba tidak serta merta diberikan sanksi dikeluarkan dari lingkungan sekolahnya atau lingkungan kerjanya. Pendekatan secara personal menjadi yang lebih penting.

“Kita perlu menyesuaikan penerapan cara mendidik anak atau karyawan yang tepat serta mengembangkan potensi yang sesuai pribadinya agar terhindar dari narkotika. Tidak serta merta menyalahkan mereka yang menggunakan narkotika ini sebagai pecandu. Bisa saja mereka itu sedang coba-coba, sehingga kedepannya lebih baik kalau tidak langsung dikeluarkan tetapi diperhatikan sejauh mana mereka menyalahgunakannya , kalau memang masih awal ya kita dampingi, kalau ditempat konsultasi bisa diberikan rawat jalan. Tetapi pada intinya kalau langsung dikeluarkan itu tidak tepat,” sambung Indra.

Tekankan Tiga Upaya Penanggulangan Narkoba

Sementara Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Brigdir Jenderal Polisi Tri Agus Heruprasetyo yang hadir sebagai pembicara dalam seminar  juga mengungkapkan bahwa tingkat penyalahgunaan narkotika di Provinsi Jawa Tengah berada dalam angka  yang tinggi atau darurat.

“Di Indonesia angka penyalahgunaan narkotika mencapai 5 juta orang, kalau di Jawa Tengah sendiri angka penyalahgunaan narkotika mencapai 500.000 orang. Itu kan jumlah yang luar biasa,” ujar Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah ketika menjadi pembicara dalam seminar di Ruang Theater, Gedung Thomas Aquinas Unika.

Dari persentase penyalahgunaan narkotika yang terbilang tinggi atau darurat tersebut, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa penggunanya beragam dari berbagai tingkatan usia, yakni mulai dari pelajar yang mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga kalangan pekerja sampai usia sekitar 50 tahun. Berangkat dari hal tersebut, beliau mengajak semua lapisan masyarakat, Stake Holder Pemerintahan, lingkungan pendidikan, dan instansi perusahaan untuk terlibat aktif dalam upaya-upaya pencegahan peredaran ataupun penyalahgunaan narkotika, beliau pun juga mengapresiasi Unika Soegijapranata yang telah menyelenggarakan seminar yang membahas tentang penyalahgunaan narkotika tersebut. Menurutnya seminar tersebut salah satu upaya dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

“Seminar ini suatu bentuk respon yang sangat positif dari pihak Unika terkait dengan ancaman narkoba dan tadi banyak sekali yang hadir ada banyak mahasiswa, ada pak Indra (Carolus Indra Dwi Purnomo -red) dan semua Wakil Rektor mulai dari Wakil Rektor I hingga Wakil Rektor IV hadir semua, ini suatu bentuk kepedulian yang luar biasa yang ditunjukkan. Kita harus berkomitmen melakukan langkah-langkah nyata untuk melawan peredaran narkoba di Jawa Tengah dan khususnya melawan peredaran narkoba di kalangan pelajar. Saya apresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Unika seperti tes urine dan kemudian acara seminar hari ini, bagus sekali . Saya kira ini bisa menjadi contoh di lingkungan pendidikan dalam kaitan dengan pencegahan penyalahgunaan narkotika,” ujar Brigjend Agus, sapaan Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah.

Selain dengan mengajak berbagai elemen untuk aktif mencegah penyalahgunaan narkotika, Brigjend Agus menambahkan bahwa BNN Provinsi Jawa Tengah juga terus bergerak aktif dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika. Upaya-upaya yang dilakukan BNN Provinsi Jawa Tengah meliputi tiga kegiatan yakni: pertama, melakukan sosialisasi ke berbagai intansi pendidikan, instansi perusahaan, dan seluruh masyarakat yang dilakukan oleh Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut dimaksudkan agar  para pemimpin perusahaan, para guru/ dosen bisa betul-betul memperhatikan upaya-upaya pencegahan di lingkungan kerja masing masing maupun di lingkungan pendidikan. Kedua, melakukan pemberantasan. Melalui kegiatan pemberantasan, BNN Provinsi Jawa Tengah berusaha mengurangi semaksimal mungkin ketersediaan pasokan narkotika. Ketiga, melakukan rehabilitasi kepada para pelaku penyalahgunaan narkotika. Kegiatan rehabilitasi ini dalam rangka memulihkan agar para pelaku penyalahgunaan narkotika tidak terus-menerus menjadi sasaran empuk para pengedar barang haram.

Acara seminar dapat terselenggara berkat hasil kerjasama  unit kerja Centre For Language Training (CLT) Unika, Pusat Psikologi Terapan (PPT) Unika, dan Soegijapranata Student Career Centre (SSCC) serta UPT PRM Unika. (Holy)

Kategori: ,