Unika Bekali Mahasiswanya Sebelum KKN
Selasa, 10 Juli 2018 | 10:20 WIB

Setelah menyelenggarakan KKU (Kuliah Kerja Usaha) yang diakhiri dengan Expo dan Seminar Kewirausahaan beberapa waktu lalu, maka selanjutnya LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Unika Soegijapranata pekan ini mulai mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang akan menyasar ke tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Grobogan (Kecamatan Gubug dan Kecamatan Tegowanu); Kabupaten Kendal (Kecamatan Pageruyung); dan Kabupaten Banjarnegara (Kecamatan Banjarnegara).

Seperti periode sebelumnya, saat akan dilakukan pemberangkatan KKN, para mahasiswa mendapat penyuluhan mengenai kondisi lokasi yang akan digunakan sebagai tempat KKN, dan  dibekali dengan pengetahuan tentang budaya masyarakat setempat.

Untuk jadwal penyuluhan dan pembekalan KKN mengingat besarnya jumlah peserta maka dibagi menjadi beberapa waktu dan tempat, meliputi : Kecamatan Punggelan dan Kecamatan Pageruyung, penyuluhan para peserta diadakan pada Kamis (5/7) dan Jumat (6/7), bertempat di ruang HCB 1.3. untuk Kecamatan Pageruyung dan ruang Nothingham untuk Kecamatan Punggelan. Sedangkan penyuluhan peserta yang ditempatkan di Kecamatan Tegowanu dan Gubug diadakan pada Senin (9/7) dan Selasa (10/7) bertmpat di Ruang Teater, Gedung Thomas Aquinas untuk Kecamatan Tegowanu dan Ruang Rapat LPPM lantai IV untuk Kecamatan Gubug.

Animo Mahasiswa Meningkat

Menurut Rudy Elyadi, SE., MM sebagai Ketua Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Unika Soegijapranata, pemilihan lokasi KKN yang cukup banyak dan adanya penyuluhan yang berlangsung  hingga 2 kloter disebabkan meningkatnya animo mahasiswa Unika untuk mengikuti KKN.

”Untuk diketahui, jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN periode Juli-Agustus ini berkisar 717 orang dengan rincian 712 orang di empat Kecamatan, yaitu : 108 mahasiswa di Kecamatan Punggelan; 60 mahasiswa di Kecamatan Gubug; 258 mahasiswa di Kecamatan Tegowanu, dan 282 mahasiswa di Kecamatan Pageruyung serta ada 5 mahasiswa yang mengikuti KKN APTIK (Asosiasi Perguruang Tinggi Katolik Indonesia) di Kepulauan Mentawai” tutur Rudi.

Selama pembekalan KKN, para mahasiswa juga berdinamika bersama Sunrice Psikologi Unika dan mendapatkan materi dari Drs. H Hermawan Pancasiwi, BA., M.Si mengenai adat dan budaya di desa tempat lokasi KKN.

“Dalam kegiatan KKN ini, kita harus menyesuaikan keadaan yang ada sesuai dengan pepatah ‘Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung’. Ada pula pepatah Jawa yaitu ‘Empan Papan’, dimana kedua pepatah tersebut memiliki arti yang sama yaitu dalam berkunjung ke suatu tempat, kita harus menyesuaikan dengan budaya setempat. Sehingga dengan demikian menjaga kearifan lokal saat berKKN itu penting dan sangat berpengaruh pula pada realisasi program yang sudah direncanakan,” jelas Hermawan. (Cal)

Kategori: ,