The Java Institute Luncurkan Buku “050 Fakta Jawa”
Rabu, 18 Juli 2018 | 16:53 WIB

Perlunya suatu pusat studi yang akan mengawal perubahan yang terjadi pada pulau Jawa di masa depan telah mendorong Unika Soegijapranata menggagas sebuah pusat kajian yang disebut The Java Institute (TJI).

Dan dalam rangka mengkaji lebih dalam tentang pulau Jawa, maka TJI Unika pada hari Jumat (13/7) bertempat di ruang seminar LPPM Unika Soegijapranata telah menyelenggarakan Seminar dan Peluncuran Buku Pertama yang berjudul “050 Fakta Jawa” dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Prof. Dr. Y Budi Widianarko, M.Sc sebagai penggagas TJI dan Wahjudi Pantja Sunjata yang merupakan narasumber dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dr. Ekawati Marhaenny Dukut, M.Hum selaku ketua TJI Unika Soegijapranata dalam sesi wawancara di sela-sela acara mengemukakan  maksud diadakannya seminar dan peluncuran buku pertama “050 Fakta Jawa”.

“Selain seminar dan peluncuran buku pertama, sebenarnya kami berharap dapat menentukan langkah lebih lanjut terkait pengembangan TJI yang mengarah pada kerjasama dengan BNPB supaya dapat lebih banyak mengadakan seminar atau saling sharing tentang apa yang ada di pulau Jawa ini dan hasilnya akan dilanjutkan dengan penelitian lebih dalam untuk menghasilkan buku yang bisa menjadi sumber pengetahuan masyarakat luas,” jelas Dr. Eka.

Cocok untuk generasi Muda

Sementara Wahjudi Pantja Sunjata (Ponco) yang mengawali paparannya dengan kuliner Jawa dalam Surat Centhini, menyampaikan apresiasinya atas terbitnya sebuah buku yang mengulas hal ihwal tentang pulau Jawa.

“Buku 050 Fakta Jawa ini sangat menarik untuk dibaca oleh generasi muda karena dengan membaca buku ini, generasi muda akan semakin tahu budaya-budaya peninggalan nenek moyang,” terangnya.

“Sebetulnya artikel-artikel tentang Jawa itu sudah banyak sekali tetapi buku ini merupakan terobosan yang lebih ringan yang diberikan untuk generasi muda dengan pemahaman yang lebih mudah dan memasyarakat,” sambungnya.

Jawa sebagai Pusat Penelitian

Sedangkan Prof. Budi Widianarko lebih banyak menyoroti tentang pulau Jawa sebagai pusat penelitian dengan beberapa alasan yang dikemukakan dalam presentasinya.

“ TJI terfokus pada pulau Jawa karena dalam sejarah pernah seorang naturalis Inggris datang ke Jawa 149 tahun yang lalu dan mengatakan bahwa pulau Jawa adalah pulau yang terindah diantara pulau-pulau tropis lainnya. Selain itu salah satu majalah traveler beberapa waktu lalu juga menyebutkan bahwa Jawa sebagai pulau terbaik di Indonesia baru setelah itu diikuti pulau Bali dan Lombok,” ungkapnya.

“Dari fakta inilah maka pulau Jawa yang memiliki berbagai macam destinasi mulai dari pantainya, air terjunnya, sawahnya, gunungnya, budayanya, manusianya dan seterusnya, perlu untuk dikawal supaya apabila terjadi perubahan, maka perubahannya tidak berjalan secara alami saja tetapi juga ada penelitian-penelitian serta kajian-kajiannya, sehingga nilai-nilai yang terkandung didalamnya tidak musnah dan dapat tetap dipertahankan, bahkan dikembangkan untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.(fas)

Kategori: ,