Pakar Transportasi Sebut Bahan Bakar Gas di BRT Rawan Meledak, Apalagi Jika Sopir Ugal-ugalan
Kamis, 26 Juli 2018 | 8:35 WIB

Pakar Transportasi Sebut Bahan Bakar Gas di BRT Rawan Meledak, Apalagi Jika Sopir Ugal-ugalan

Pakar Transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, mengakui penggunaan gas untuk bahan bakar Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang memang lebih ramah lingkungan.

Akan tetapi harus waspada karena tingkat kerawanan gas lebih tinggi dibanding bahan bakar jenis solar. Apalagi tabung gas tersebut berada di bawah bodi bus.

"Kalau terjadi kecelakaan tabrakan, yang namanya gas tentu bisa mudah meledak. Apalagi sopir bus Trans Semarang sampai saat ini belum tertib dan banyak yang masih ugal-ugalan di jalan," katanya, Rabu (25/7/2018).

Ia menuturkan, kasus tabung bahan bakar gas meledak sebelumnya sudah pernah terjadi di Jakarta. Apalagi, Trans Semarang juga belajar penerapan bahan bakar gas ini dari Trans Jakarta. Sehingga berbagai kerawanan tersebut harus diantisipasi.

Selain rawan meledak jika terjadi kecelakaan, menurutnya, sambungan selang gas juga harus diperhatikan. Sambungan selang gas harus bagus, karena bus selalu beroperasi melewati jalan yang tidak semuanya dalam kondisi baik.

"Kondisi jalan kan tidak semuanya halus, sehingga rawan mengalami getaran yang membuat sambungan selang kendor atau bahkan lepas," ucapnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada pengelola Trans Semarang untuk menjaga perawatan kondisi bus. Kejadian yang terjadi di bus Trans Jakarta harus dipelajari dengan cermat sehingga jangan sampai terulang di Semarang akibat tabung gas yang meledak.

"Perawatan bus harus dilakukan secara intensif. Jika lengah, bahaya akan tiba. Perawatan paling utama di sambungan selang gas yang rawan lepas karena getaran. Tiap hari, sambungan selang harus diperiksa. Bila perlu, ketika sampai di tujuan, langsung diperiksa sehingga dalam sehari bisa lebih dari sekali," jelasnya.

Ia menambahkan, seharusnya akan lebih bagus lagi jika bus dirancang menggunakan gas sejak dari karoseri. Sehingga ada uji getaran dan tabung gas dalam kondisi tetap aman.

Kemudian, perlu diwaspadai kalau tabung gas diletakkan di bawah, ada kemungkinan kena korosi air. Dengan pertimbangan banyak, daerah di Kota Semarang banyak potensi banjir dan rob.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: