Misa Syukur Dies Natalis Unika Soegijapranata yang ke-36
Selasa, 31 Juli 2018 | 15:14 WIB

Salah satu rangkaian acara Dies Natalis Unika Soegijapranata yang ke-36, yaitu Misa Syukur Dies Natalis telah dilaksanakan di Cungkup Mgr. Albertus Soegijapranata – Taman Makam Pahlawan Giritunggal, Senin (31/7).

Misa Syukur Dies Natalis yang dihadiri oleh sivitas akademika Unika Soegijapranata ini dipimpin oleh selebran utama Romo Aloysius Budi Purnomo Pr, dan dua romo lain yang turut memimpin misa yaitu Romo Vincentius Yudho Widianto Pr dan Romo Dominicus Deddy OFM, Cap.

Dalam homilinya Romo Budi memberikan pesan kepada seluruh sivitas akademika untuk bisa menghayati apa yang dianjurkan oleh injil hari ini. “Berangkat dari tema transformasi inspiratif dihubungkan dengan tema Injil hari ini, sekaligus hari ini adalah pesta Santo Ignatius Loyola, tokoh besar ini menghayati benar apa yang dianjurkan dalam Injil sama seperti yang dihayati oleh Mgr. Albertus Soegijapranata, maka agar bisa mengalami transformasi inspiratif, kata Ignatius dari Loyola orang harus bangun dari tidur rohaninya dan mengalami pencerahan oleh Roh Kudus sehingga ia bisa membedakan yang jahat dan yang baik, ilalang dan gandum lalu bertumbuh menjadi pribadi yang berbuah berlimpah dalam kehidupan. Maka transformasi inspiratif berdasarkan bacaan Injil hari ini dan pesta Santo Ignatius Loyola dan yang juga dikembangkan, diserukan, dihayati dan dihidupi oleh Mgr. Albertus Soegijapranata  ada dalam karya nyata bukan dalam khayalan dan mimpi.”

“Saudari-saudaraku yang terkasih, itulah transformasi inspiratif dalam perspektif Injil hari ini. Dalam perspektif kearifan lokal Jawa bisa dikatakan injil hari ini disebut dengan ungkapan becik ketitik ala ketara, bener ketenger, apa yang baik akan tampak di dalam kebaikannya, apa yang buruk akan tampak di dalam keburukannya dan setiap kebenaran akan dicatat oleh sejarah kehidupan, maka tak seorangpun dapat hidup dalam transformasi inspiratif kalau tidak pernah membiarkan dirinya sadar dan bangun di dalam Roh Kudus,”pesannya.

“Semoga kita semua tetap bangun dalam transformasi inspiratif dan partisipasi sinergis bekerja sama dengan semua pihak membawa kemajuan dalam karya pelayanan kita. Kejahatan akan selalu ada diantara kita laksana ilalang yang tumbuh di antara gandum, namun kita tidak boleh kalah, dengan segala upaya bersama Tuhan kita, akan bertumbuh mengembangkan bakat dan talenta kita untuk kemuliaan Tuhan, untuk kemanusiaan dan untuk kebangsaan. Kebaikan pasti akan menang. Mari kita saling mendoakan agar dalam rangka Dies Natalis ini kita semakin terbuka bagi karya Roh yang kerap kali tak terduga, tidak seperti yang kita bayangkan,” tandas Romo Budi.(fas)

Kategori: ,