Mahasiswa Unika Ciptakan Aplikasi Medis “Penyakit Jantung Bawaan (PJB)”
Senin, 16 Juli 2018 | 7:52 WIB

Teknologi berkembang dengan pesat tak terkecuali pada bidang kesehatan dan medis. Berbagai alat dan aplikasi telah dihadirkan untuk mendukung dunia kesehatan dan medis.

Salah satu contoh nyata perkembangan teknologi pada dunia kesehatan dan medis adalah hadirnya Buku Saku Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang berbasis mobile.  Buku Saku ini merupakan hasil karya para mahasiswa Unika Soegijapranata yaitu Yosefina Oktaviani Santoso, Arcelina Sukiatmodjo, dan Daniel Adrian Setiady dengan bimbingan dari dua dosen prodi Teknik Informatika Unika.

“Buku Saku PJB ini hadir dengan membawa berbagai fitur unggulan seperti reminder obat, reminder imunisasi serta peringatan mengenai berat badan anak ketika over maupun under weight,” terang Yosefina sebagai salah satu anggota tim mahasiswa yang menciptakan aplikasi.

“Pada reminder obat, buku saku ini akan memberikan notifikasi atau alarm untuk mengingatkan waktu minum obat dan nama obat yang harus dikonsumsi. Kemudian, untuk reminder imunisasi, buku saku  elektronik ini memberikan informasi imunisasi wajib beserta notifikasi waktu pelaksanaan yang otomatis dihitung berdasarkan tanggal lahir anak. Tidak hanya memberikan informasi, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk mencatat detail pelaksanaan imunisasi seperti nama dokter dan jenis vaksin yang digunakan. Dan dengan fitur peringatan berat badan, orangtua pasien PJB dapat menjaga berat badan ideal anak yang diukur dari berat badan lahir,” jelas Yosefina.

Miliki Fitur Istilah Kedokteran dan Catatan Medis

Tak hanya fitur- fitur tersebut, aplikasi ini juga memiliki fitur penjelasan istilah kedokteran. Munculnya fitur ini akibat adanya perbedaan pemahaman antara satu istilah dengan yang lain. Sehingga dengan hadirnya fitur ini diharapkan dokter-dokter yang menangani memiliki satu pemahaman terhadap istilah yang berhubungan dengan PJB. Selain itu, ada pula catatan medis dan harian yang merupakan hasil dari Kartu Menuju Sehat (KMS) yang didigitalkan.

“Pada fitur ini, kita dapat mencatatat hasil check up dengan dokter dan mencatat riwayat kesehatan harian penderita jantung bawaan. Pada catatan ini, kita juga dapat meyimpan arsip tambahan maupun dokumentasi untuk mendukung catatan yang ada. Dokumentasi yang dapat disimpan di sini bisa berupa pdf maupun foto. Tak hanya sampai di situ, ketika anda menggunakan aplikasi ini, anda akan menemukan berbagai informasi mengenai jenis jenis PJB hingga ciri-ciri penderita jantung bawaan,” tutur Yosefina.

Berbagai fitur yang dihadirkan pada buku saku ini tak lepas dari upaya untuk membantu Orang Tua Penderita Jantung Bawaan. Kurangnya informasi mengenai penyakit jantung bawaan serta kurangnya fasilitas yang ada diharapkan dapat teratasi dengan adanya buku saku ini.

“Pemilihan android sebagai platform  aplikasi bertujuan supaya di masa depan dapat berkembang dengan maksimal, karena melihat banyaknya pengguna android pada saat ini. Fitur – fitur dibuat sesederhana mungkin untuk membuat user dapat menggunakan dengan mudah. Tak hanya itu, fitur yang disediakan telah di diskusikan dengan pakar Medis PJB dan beberapa narasumber Orang Tua dengan anak PJB,” jelas Daniel Adrian menambahkan. (fas)

Kategori: ,