Mahasiswa Magister Psikologi Unika Berdinamika di Desa Wisata Menari
Rabu, 25 Juli 2018 | 10:11 WIB

Program Magister Psikologi Unika Soegijapranata melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Desa Wisata Menari, Getasan, Kopeng pada hari Sabtu (21/7).

Dengan mengangkat tema “Psikologi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”, sebanyak 20 mahasiswa Magister Psikologi berdinamika langsung dengan kehidupan sosial masyarakat Desa Wisata Menari.

“Melalui KKL ini, kami ingin memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mencoba menggunakan ilmunya dalam melihat situasi sosial, mengobservasi dan mengkaji budaya setempat dari segi sosial, termasuk bagaimana orang sekarang mencoba melestarikan budaya setempat,” terang Ketua Program Studi Magister Psikologi, Dr. A. Rachmad Djati, W. MS.

Selain berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, peserta KKL juga mempelajari permainan tradisional gobag sodor, mengikuti gelaran pasar rakyat dari hasil pertanian masyarakat setempat, berdinamika dengan pekerjaan sehari-hari masyarakat setempat sebagai peternak, serta menyaksikan pagelaran kesenian tari diiringi alunan gamelan yang menjadi sarana pemberdayaan masyarakat setempat.

Pelopor Desa Wisata Menari

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sarasehan bersama dengan Kang Trisno sebagai pelopor Desa Wisata Menari yang berlatar belakang  sarjana psikologi yang sekaligus sarjana pertama dari Dusun Tanon.

“Desa Menari ini menarik untuk dikaji lebih dalam karena ada seorang pelopor di balik layar yang juga berlatarbelakang sarjana psikologi. Kita dapat belajar dari situ sebagai contoh nyata bagaimana memanfaatkan ilmu psikologi untuk menggerakkan dan memberdayakan masyarakat,” ungkap Dr. Rachmad Djati.

Pelopor Desa Wisata Menari, Kang Trisno, memulai pemberdayaan masyarakat Dusun Tanon dari bidang peternakan sejak tahun 2007-2010, karena mayoritas mata pencaharian masyarakat yang adalah peternak. Akan tetapi karena hasil yang dirasa kurang optimal, maka pada tahun 2012 ia pun beralih untuk mengembangkan kesenian tari yang ternyata merupakan hobi kolektif dari masyarakat setempat.

“Pada tahun 2012 kami menemukan formulanya. Karena masyarakat memiliki hobi kolektif menari, maka itu pun menjadi pintu masuk bagi kami untuk mengembangkan masyarakat,” tutur Kang Trisno.

Perkembangan Desa Wisata Menari menjadi salah satu wujud konkrit bagaimana ilmu psikologi bersifat lentur dan fleksibel sehingga dapat diaplikasikan dalam bidang apapun, termasuk salah satunya pemberdayaan masyarakat.

“Masyarakat ibarat sebuah rumah, untuk masuk ke dalam sebuah rumah kita harus menemukan pintu yang sesuai. Bila tidak sesuai, maka hasilnya pun tidak akan bisa optimal,” imbuh Kang Trisno menjelaskan dalam acara sarasehan bersama dalam kunjungan KKL tersebut.

Membangun kepercayaan masyarakat merupakan salah satu kendala yang dialami dalam proses. Untuk itu, diperlukan adanya edukasi kepada masyarakat agar masyarakat paham dan sadar bahwa kegiatan pemberdayaan ini pun dapat memberikan manfaat bagi mereka pula. Beberapa cara yang dilakukan Kang Trisno antara lain dengan mengadakan sharing dan menonton film bersama, memberikan pelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak, dan memberikan wadah panggung apresiasi menari yang merupakan hobi kolektif masyarakat di Dusun Tanon. “Dengan demikian anak-anak muda Desa Wisata Menari bisa memiliki wadah untuk tampil dan diapreasiasi, hal ini juga melatih rasa percaya diri mereka tampil di depan umum. Sedangkan kekhasan Dusun Tanon sendiri dapat dilestarikan dan semakin dikenal oleh masyarakat luar,” jelas Kang Trisno.

Selaras Visi Misi Program Studi

Wujud pemberdayaan masyarakat ini selaras dengan visi misi dari Program Studi Magister Psikologi yakni Kepedulian terhadap Masyarakat Multikultur. “Pemberdayaan itulah kata kuncinya. Pemberdayaan punya makna yang besar dan sesuai dengan visi misi baru Magister Psikologi terkait dengan multikulturalisme. Salah satu bentuk kultur tersebut adalah kultur Jawa yang ada di masyarakat sekitar kita. Sedangkan dari segi psikologi perkembangan, kita dapat belajar bagaimana budaya lokal membekali anak-anak muda bahkan orang dewasa untuk berkembang,” tutur Dr. Rachmad Djati.

Melalui kegiatan observasi dan eksplorasi kehidupan masyarakat di Desa Menari,  mahasiswa diharapkan dapat semakin sadar dan peduli serta paham akan dampak dan manfaat dari ilmu psikologi terutama dalam keberpihakan terhadap masyarakat.

Drs. Budi Susetyo, M.Si selaku Sekretaris Program Studi Magister Psikologi menambahkan supaya kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya akan semakin mendukung terwujudnya visi misi tersebut. “Kata kunci multikultur ini akan menjadi kata kunci untuk kegiatan selanjutnya, untuk kegiatan KKL, pengabdian masyarakat, seminar, maupun kegiatan kajian lainnya,” tutupnya. (B.Agth)

Kategori: ,