KKN Diharapkan Berkesinambungan
Rabu, 25 Juli 2018 | 14:48 WIB

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang memberangkatkan 705 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka akan mengabdi di Kabupaten Grobogan, Kendal, dan Banjarnegara mulai 24 Juli – 14 Agustus 2018.

Pelepasan mahasiswa KKN dilakukkan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP di Aula Gedung Albertus Unika Soegijapranata, Selasa (24/7).

Wakil Rektor I Unika Soegiyapranata Cecilia Titiek Murniati menyampaikan, 705 mahasiswa KKN tersebut disebar di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan sebanyak 59 orang, Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan 257 orang, dan Kecamatan Pagaruyung Kabupaten Kendal 281 orang. Sisanya, sebanyak 108 orang mengabdi di Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara, yang juga penunjukan dari Bapperlitbang Jateng. Para mahasiswa itu didampingi 18 dosen pembimbing lapangan.

Ditambahkan, KKN kali ini mengambil tema “Transformasi Inspiratif”. Artinya mahasiswa harus membawa telenta yang mereka punya untuk bisa mengubah masyarakat menuju yang lebih baik, dan memberdayakan mereka agar kesejahteraannya meningkat.

“KKN kami di Unika menekankan pada dua hal. Pembangunan fisik pasti, tetapi yang tidak kalah penting pembangunan manusia, karena pemberdayaan masyarakat inilah yang akan membawa masyarakat menuju ke arah yang lebih baik,” katanya.

Pembangunan manusia dalam arti luas, imbuh Cecilia, nantinya dapat mengentaskan kemiskinan yang paling banyak berada di sektor pedesaan. Untuk itu dalam KKN ini pihaknya memrioritaskan enam program di antaranya, ketahanan dan kedaulatan pangan, pengembangan ekonomi kreatif/ UMKM, pengembangan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan sumberdaya manusia, serta pelestarian lingkungan.

Saat memberi arahan, Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan di desa para mahasiswa akan bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Mereka pun akan bersentuhan langsung dengan permasalahan yang ada di daerah tersebut. Karenanya, mereka diminta memberikan seluruh pikiran dan ilmu pengetahuan yang mereka punya dalam mencari solusi permasalahan yang ada .

Menurutnya, ada banyak masalah yang bisa diintervensi masyarakat. Di antaranya transparansi dan pengelolaan dana desa, partisipasi masyarakat dalam demokrasi di tingkat desa, jambanisasi, pernikahan dini. Masalah lainnya, banyak anak yang tidak dapat dan putus sekolah, maupun kekerasan dalam rumah tangga dan anak.

“Mudah-mudahan mereka bisa mereformulasi. Sehingga kalau 21 hari, harapan saya mereka bisa memberikan gimmick-gimmick untuk mencarikan solusi,” katanya.

Ganjar menilai dengan waktu yang sangat singkat untuk menyelesaikan banyak permasalahan yang ada di desa tidaklah mungkin. Karenanya, KKN yang dilakukan Unika diharapkan bisa berkesinambungan dengan KKN periode berikutnya.

Program yang dilakukan mahasiswa KKN saat ini guna peningkatan kapasitas desa dan pembangunan SDM desa bisa dilanjutkan oleh mahasiswa KKN setelahnya. Dengan begitu mahasiswa tidak hanya mencarikan solusi namun bisa saja menyelesaikan permasalahan yang ada di desa.

“Menyelesaikan persoalan tidak akan bisa karena waktunya pendek. Tapi gimmick-gimmick ini bisa dihubungkan dan diselesaikan sudah bagus banget. Syukur-syukur nanti KKN berikutnya bisa berkesinambungan, sehingga ini bisa dikerjakan dengan baik” ujarnya.

https://jatengprov.go.id

Kategori: