Breaking News: Buku baru yang mengupas Mgr. J. Pujasumarta
Rabu, 18 Juli 2018 | 12:08 WIB
Mgr. Rubiyatmoko melaunching buku "Menghidupi Teologi Berkah bersama Mgr. J. Pujasumarta"

Mgr. Rubiyatmoko melaunching buku “Menghidupi Teologi Berkah bersama Mgr. J. Pujasumarta”

Mari kita bagikan… Berbagi itu indah, berbagi itu memberi berkah… Terimakasih….

 

Menggali dan Mengenang Sosok sekaligus Kepemimpinan Mgr. J.  Pujasumarta

Bertepatan Ulang Tahun UNIO KAS ke-63 dan menyongsong peringatan 1000 hari Wafatnya Mgr. Pujasumarta, dilaunching buku yang menggali dan mengenang sosok sekaligus kepemimpinan Mgr. Pujasumarta di RR Griya Paseban, Semarang (17/7).

Judul buku itu “Menghidupi Teologi Berkah bersama Mgr. J. Pujasumarta.” Semua rama yang hadir mendapat buku itu. Secara simbolis Mgr. Rubiyatmoko berkenan menyerahkan buku itu kepada rama sepuh (Rm Notobudyo), rama angkatan (Rm Murdi) dan rama termuda (Rm Novi).

Dalam Anjuran Apostolik “Gaudete et Exsultate” (Bersukacita dan Bergembiralah) pada tanggal 19 Maret 2018, Paus Fransiskus menguraikan tentang panggilan menuju kekudusan pada dunia masa kini.

Beliau mengungkapkan, “Betapa sering kita tergoda untuk tetap dekat dengan pantai! Tetapi Tuhan memanggil kita untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala kita” (GE no. 130).

Bertolak ke tempat yang dalam (duc in altum) merupakan motto dan “mantra suci” bagi Mgr. Pujasumarta (1949-2015) yang menerima tahbisan uskup tanggal 16 Juli 2008. Sampai akhir hidupnya Mgr. Puja berusaha menghayati sabda Yesus untuk terus bertolak ke tempat yang dalam. Dengan bertolak ke tempat yang dalam, beliau berbagi berkah dari Allah bagi siapa saja dan dimana saja, baik saat sehat atau sakit.

Kehadiran buku “Menghidupi Teologi Berkah bersama Mgr. J. Pujasumarta” ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menghayati panggilan menuju pada kekudusan zaman ini. Buku ini dipersembahkan kepada Gereja Keuskupan Agung Semarang pada khususnya, dan Gereja Indonesia pada umumnya.

Ungkapan “Teologi Berkah” ini muncul saat beliau (waktu itu Rama Puja) berkarya di Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran pada tahun 1988, sepulang studi doktoral Spiritualitas di Universitas Kepausan St. Thomas Aquinas, Angelicum, Roma. Gagasan Teologi Berkah itu dikembangkannya bersama Rama Gregorius Utomo, Pr selaku pastor kepala waktu itu.

Dari Ganjuran dikembangkan Teologi Berkah untuk Keuskupan Agung Semarang, untuk Indonesia (nusantara), bahkan untuk seluruh dunia. Bersahabat dengan siapa saja dan apa saja, serta menjadi berkat bagi siapa saja dan apa saja demi keadilan, kedamaian dan keutuhan ciptaan.

Selama menjadi uskup, Mgr. Puja pernah melayani umat Keuskupan Bandung (2008-2010), umat Keuskupan Agung Semarang (2011-2015), bahkan dipercaya menjadi Sekretaris Jendral Konferensi Waligereja Indonesia (2009-2015) dan anggota dari Dewan Kepausan untuk Hubungan Antaragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue).

imageBahkan Nuntius Mgr. Leopoldo Girelli menjuluki Mgr. Puja sebagai “Uskup Agung Internet” karena keaktifan Mgr. Puja dalam mewartakan-berevangelisasi lewat internet (blog, website, multiply, facebook, dsb). Para wartawan pun menjulukinya sebagai “Uskup Gaul Internet.”

Buku yang diterbitkan PT. Kanisius (2018) ini berisi tiga hal pokok, yakni: Biografi perjalanan hidup Mgr. J. Pujasumarta (Bab 1-3); Gagasan pastoral dan kepemimpinan dalam bingkai semangat duc in altum (Bab 4-8); dan Kenangan penuh kasih dari keluarga dan para sahabat (Bab 9).

Terkait gagasan kepemimpinan (penggembalaan), penulis menguraikan beberapa hal yang sangat menarik, yaitu: Menjadi Uskup sebagai Pentekosta Baru, Visi Penggembalaan: Menabur Benih yang Baik, Menimba Berkah dari Ekaristi, Mewujudkan Gereja yang Ekaristis dan Adoratif, Menegaskan Jati Diri Gereja Papa Miskin, Mencintai Bumi Indonesia sebagai Rumah Bersama, Pelestarian Keutuhan Ciptaan: Menuju Green Archdiocese, Membangun Jaringan Kelompok Doa (Jarkod) KAS, Ber-Evangelisasi melalui Media Sosial, Merajut Persaudaraan Lintas Agama, Cinta Uskup pada para Imamnya, dan Tiga Wasiat Pendidikan dari Mgr Pujasumarta.

Prof. Sumanto Al Qurtuby memberi kesaksian, “Saya sering keluyuran ke kantor Mgr. Puja untuk sekedar ngobrol ringan. Terkadang kami ngobrol tidak mengenal waktu: siang maupun malam. Tidak ada pikiran sedikitpun di benak kami untuk saling mengkristenkan atau mengislamkan.”

Selain Prof. Sumanto Al Qurtuby, ada beberapa tokoh yang juga memberikan kesaksian yang menarik tentang sosok Mgr Puja dalam buku ini, seperti Mgr I. Suharyo, Mgr. R. Rubiyatmoko, Rm FX. Sukendar, Rm J. Kristanto, Rm I. Ismartono SJ, Rm CB. Mulyatno, Rm FX Murdisusanto, Rm M. Djoko Setya P, pengurus dan aktifis PS Garam, dokter, dan masih banyak yang lain.

Buku ini sangat berguna dan cocok untuk bahan bacaan serta inspirasi bagi Anda yang mencintai Gereja dan mencintai bangsa Indonesia demi peradaban kasih di negara ber-Bhineka Tunggal Ika ini. Apapun panggilan dan profesi Anda, baik sebagai uskup, imam, calon imam, suster, bruder, pendidik (dosen/guru), mahasiswa, kaum muda, pengurus dewan paroki, prodiakon, katekis, guru agama, dan pendamping PIA-PIR-OMK.

Juga berguna bagi Anda yang menjadi dokter, pemerhati lingkungan hidup, aktifis sosial-politik dan kemasyarakatan, budayawan, pegiat media sosial, jurnalis, tokoh agama dan masyarakat, maupun orangtua.

Seluruh ROYALTI dari buku “Menghidupi Teologi Berkah bersama Mgr. J. Pujasumarta” ini dipersembahkan untuk membantu biaya pembinaan calon imam di seminari. Dengan memiliki buku ini,  Anda sudah ikut berbagi berkah dan peduli pada Gereja masa depan.#

Kategori: