Ajak Perajin Tenun, Kenali Pasar Digital
Senin, 2 Juli 2018 | 8:34 WIB

RDRS 29_06_2018 Ajak Perajin Tenun, kenali Pasar Digital

Beberapa perajin kain tenun yang belum memiliki jejaring luas, kini dikenalkan pada e-market-place atau pasar digital yang paling mudah digunakan. Terutama oleh para perajin dengan latar belakang teknologi yang minimal.

"Kain tenun Sumba yang sudah terkenal di dunia ini seringkali tidak disadari potensinya oleh masyarakat lokal. Padahal dengan kekuatan warna alami yang turun-temurun di wilayah Lambanapu, Prailiu, dan sekitarnya, dapat menjadi nilai tambah bagi pemasaran di pasar global," kata dosen Unika Soegijapranata, Dr Rustina Untari didampingi Rektor Unika Prof Dr Ridwan Sanjaya usai mengunjungi sentra kain tenun Sumba di wilayah Lambanapu dan Prailiu di Kota Waingapu, Sumba Timur.

Kedatangan mereka merupakan bagian dari penelitian yang didanai oleh hibah Kemenristekdikti melalui skema Penelitian Kerjasama Luar Negeri. Salah satu tujuan penelitian tersebut untuk memperluas akses dan kemungkinan bagi perajin kain tenun Sumba agar bisa memasarkan karyanya sampai ke tingkat global.

Akses terhadap ICT, kata Untari, perlu dikuasai oleh perajin agar dapat secara mandiri mengenalkan produknya ke masyarakat luas. Apalagi teknologi informasi bukan merupakan hal yang benar-benar asing bagi masyarakat Sumba. Salah satu operator telepon seluler milik pemerintah juga telah menyediakan layanannya di sana. Sedangkan penggunaan telepon cerdas juga sudah mulai meluas.

Sementara, di depan perajin kain tenun Sumba, Prof Ridwan menunjukkan kemudahan penggunaan salah satu aplikasi e-marketplace yang banyak digunakan oleh pembeli online. Bagi perajin yang sudah biasa menggunakan Facebook atau Instagram, penggunaan aplikasi ini memudahkan pengenalan produk mereka ke pasar. "Selain teknisnya mudah, jejaring pengunjung yang diciptakan oleh pengelola aplikasi e-marketplace juga menjadi kelebihan dibandingkan. jejaring media sosial yang sudah mereka miliki sebelumya," jelasnya.

â–ºJawa Pos Radar Semarang, 29 Juni 2018 hal. 3 

Kategori: