Wakil Wali Kota Semarang Terkesan Hasil Pendampingan UMKM Mahasiswa Unika Soegijapranata
Jumat, 29 Juni 2018 | 9:03 WIB

Wakil Wali Kota Semarang Terkesan Hasil Pendampingan UMKM Mahasiswa Unika Soegijapranata

Setibanya di Lapangan Basket Unika Soegijapranata, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu tidak lantas duduk di kursi yang telah disediakan panitia, Kamis (28/6/2018) siang.

Ita –sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu– justru mendekati stan kuliner Aneka Masakan Bu Lucia, yang merupakan UMKM Kelurahan Sambiroto Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Dimana itu adalah satu dari puluhan mitra binaan dalam program Kuliah Kerja Usaha (KKU) Mahasiswa Unika Soegijapranata Semarang.

Ita hadir di kampus yang berada di Jalan Pawiyatan Luhur IV Nomor 1 Bendan Dhuwur Kota Semarang itu untuk membuka Workshop dan Expo UMKM KKU Tahun 2018. Total ada sekitar 53 stan yang disuguhkan dalam kegiatan itu.

“Apa yang kami bayangkan sebelumnya terkait acara ini ternyata salah. Awalnya tidak terbayangkan jika bisa sebesar serta semeriah ini. Dan ternyata pula, mitra binaan Unika Soegijapranata Semarang sudah sebanyak ini,” tutur Ita.

Kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/6/2018), Ita mengutarakan, melalui program KKU Unika Soegijapranata tersebut secara tidak langsung telah mencetak para calon-calon entrepreneurship muda.

“Dan ini sebenarnya sesuai apa yang kami harapkan. Pemerintah Kota Semarang tentu tidak bisa sendirian dalam menjangkau masyarakat yang jumlahnya mencapai sekitar 1,7 juta jiwa ini. Termasuk di dalamnya untuk menggiatkan aktivitas UMKM di kota ini,” tandasnya.

Dari bantuan Unika tersebut, bebernya, Pemkot Semarang sangat bangga serta berterima kasih karena secara tidak langsung pula membantu program pemerintah untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat di Kota Semarang melalui sektor UMKM.

“Harapan kami, semoga para mahasiswa yang telah diterjunkan tidak sekadar sebagai pendamping. Dari bekal yang diperoleh itu, juga bisa menjadi pelaku usaha di tiap wilayah asalnya. Sehingga pula, derajat ekonomi masyarakat kian meningkat,” ucapnya.

Terpisah, Theresia berucap, KKU Unika Soegijapranata Semarang tersebut merupakan suatu program rutin di tiap tahun akademik. Atau itu adalah program selain kuliah kerja nyata (KKN). Harapannya, melalui program itu mereka bisa menerapkan ilmu di kala mendampingi para mitra binaan.

“Ketika ada risiko, kendala, atau apapun itu, bisa diatasi bersama-sama. Seperti dimana pada umumnya permasalahan di UMKM adalah terkait pemasaran. Bersama kami, hal tersebut dicarikan solusinya,” tandas Theresia.

Menurutnya, expo tersebut merupakan hasil realisasi binaan yang telah mereka ikuti selama 2 bulan atau sejak 26 Maret hingga 28 Juni 2018 ini. Total peserta dalam KKU Unika Soegijapranata Tahun 2018 sekitar 316 mahasiswa.

“Ratusan mahasiswa tersebut berasal dari berbagai program studi (prodi) yang kemudian dibagi menjadi 53 kelompok. Tiap kelompok itu disebar ke 7 wilayah yang ada di Kota Semarang,” bebernya.

Yakni, lanjut Theresia, di Kelurahan Kemijen, Sambiroto, Tanjung Mas, Kandri, Gisikdrono, Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani dan Nelayan (LPUBPTN), dan Kuncup Melati. Tema yang kami usung adalah Pemberdayaan Mitra UMKM Melalui Usaha Inspiratif dan Mandiri,” tukasnya.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: