Tjahjono Rahardjo: Jangan Sampai Ada Sedimentasi di Sungai Semarang
Kamis, 28 Juni 2018 | 8:22 WIB

Tjahjono Rahardjo: Jangan Sampai Ada Sedimentasi di Sungai Semarang

Revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang saat ini sampai pada pembuatan kolam retensi dengan sistem polder di bundaran Bubakan, Kota Semarang. Nantinya, kolam serupa juga akan dibuat di sekitar Jembatan Berok.

Pakar Tata Ruang Unika Soegijapranata Semarang, Tjahjono Rahardjo mengatakan, keberadaan sistem polder di Bubakan maupun Berok merupakan bagian dari sistem penanggulangan dan ketahanan Kota Lama Semarang terhadap bencana.

"Bencana banjir dan rob yang melanda Kota Lama nantinya bisa tertangani dengan keberadaan sistem polder tersebut. Air baik banjir maupun rob akan masuk ke dalam kolam retensi yang dibangun yang kemudian dialirkan menuju Sungai Semarang yang kemudian dibuang ke laut," kata Tjahjono, Rabu (27/6/2018).

Hanya saja, Tjahjono yang juga anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Semarang itu menyebutkan, pengaruh terbesar Kota Lama terhadap bencana banjir dan rob sebenarnya berada pada Sungai Semarang.

Pemerintah Kota Semarang harus memastikan Sungai Semarang terjaga permukaannya. Jangan sampai ada sedimentasi lagi sehingga permukaan sungai menjadi dangkal. Dampaknya, air banjir maupun rob tidak bisa masuk ke sungai.

"Jika hanya air banjir dari hujan saja, tidak berpengaruh pada bangunan cagar budaya di Kota Lama. Namun jika ada genangan rob air laut, hal itu bisa merusak bangunan," jelasnya.

Karenanya, katanya, rob tidak boleh masuk ke Kota Lama Semarang. Untuk menjaga Sungai Semarang agar tidak ada sedimentasi, sangat penting untuk dilakukan normalisasi secara rutin.

Mengenai kolam retensi yang dibangun dengan sistem polder, nantinya akan terhubung dengan Sungai Semarang dengan menggunakan ducting di bawah permukaan tanah. Ducting tersebut lah yang mengalirkan air ke sungai.

"Saya meyakini pembuatan ducting tidak akan mengganggu apalagi merusak cagar budaya yang ada. Hal itu karena, proses mulai dari penggalian, pemasangan hingga penutupan ducting didampingi arkeolog. Sehingga jika menemukan benda cagar budaya, sudah ada ahli yang menanganinya," paparnya.

Dengan adanya sistem polder tersebut, besar harapannya semua permasalahan genangan yang masih terjadi di beberapa titik di kawasan Kota Lama Semarang bisa betul-betul tertangani. Sehingga bangunan cagar budaya di kawasan tersebut dapat terjaga dengan baik.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: