Psikologi Unika Bidik Biopsychosocial dalam Konferensi Internasionalnya
Selasa, 5 Juni 2018 | 13:03 WIB

Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata kembali mengadakan Seminar Internasional yang bertajuk International Conference & Workshop on Biopsychosocial Issues dengan menghadirkan beberapa narasumber internasional antara lain Prof. Dr. Rosnah Ismail yang berasal dari Cyberjaya University College of Medical Sciences Malaysia; Janet Boekhout yang berasal dari Open Universiteit, Belanda; Dr. Evangeline Castronuevo-Ruga dari De La Salle University, Dasmarinas, Filipina serta Dr. Augustina Sulastri yang merupakan narasumber dari Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata.

Dalam keterangannya, Dr. Agustina sebagai salah satu narasumber juga panitia pelaksana seminar memaparkan pemilihan topik Biopsychosocial Issues dalam seminar internasional ini, sebagai suatu pendekatan dari multi disiplin ilmu antara ilmu psikologi dengan ilmu sosial dan ilmu biologi.

“Seperti misalnya narasumber dari Belanda (Open Universiteit), yang membicarakan mengenai intervensi terhadap kesehatan. Dalam hal ini, latar belakang Open Universiteit yang menggunakan pembelajaran berbasis e-learning dengan menggunakan internet turut mendorong topik ini, yaitu dalam paparannya  mengupas tentang pelayanan kesehatan bagi para lansia yang sakit namun dapat memaksimalkan kontrol kesehatannya via online dan tidak harus pergi ke dokter. Sedangkan narasumber dari Malaysia (Cyberjaya University College of Medical Sciences) berbicara tentang topik depresi yang dialami manusia dalam tahap usia tertentu yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikis, serta apa saja yang harus dilakukan untuk mengantisipasinya,” tuturnya.

“Sedangkan narasumber dari Filipina (De La Salle University, Dasmarinas) berbicara mengenai HIV/AIDS dikarenakan angka kejadian sosial terkait HIV/ AIDS memiliki angka yang cukup tinggi di Filipina. Adapun kami dari Fakultas Psikologi Unika saat ini sedang mengembangkan rangkaian tes neuropsikologi. Maksudnya, apabila menggunakan tes tersebut, kami dapat mendeteksi terkait bagian otak mana yang mengalami sakit beserta penyebabnya. Sedangkan jika menggunakan cityscan  seperti MRI, kita hanya dapat mendeteksi bagian otak mana yang mengalami sakit. Maka bisa dikatakan bahwa alat tes neuropsikologi dapat melengkapi apa yang sudah ada di dunia kedokteran,” tegas Dr. Agustina.

Seminar yang diadakan pada hari Kamis (31/5) ini, dilaksanakan di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas, kampus Unika Soegijapranata dan dihadiri oleh peserta tidak hanya internal Unika saja tetapi juga perwakilan dosen dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jawa maupun luar Jawa, seperti misalnya dari Sumatra dan Kalimantan. (Cal)

Kategori: ,