Menjadi Kreatif, Mungkinkah?
Senin, 25 Juni 2018 | 9:45 WIB

Bayu Prestianto, SE, MM

Oleh : Bayu Prestianto, SE, MM

PERNAHKAH mendengar ada orang mengatakan, “Saya kan tidak kreatif, maka jangan berikan tugas ini kepada saya”. Ada orang tua yang selalu mengatakan kepada anaknya, “Kamu harus jadi orang yang kreatif”. Sementara itu, tidak menjelaskan kepada anaknya tentang apa itu kreatif, bahkan menciptakan suasana rumah yang tidak memunculkan sikap mental kreatif.

Ada juga yang menganggap bahwa kreativitas itu hanya dipunyai oleh orang-orang yang bekerja di bagian R&D. Sedangkan di bagian lain seperti bagian keuangan, sumber daya manusia dan akuntansi tidak memerlukan kreativitas. Mari kita bahas tentang kreativitas ini dimulai dari mitos tentang kreativitas hingga tips untuk menjadi pribadi yang kreatif.

Mitos Tentang Kreativitas

Ada pendapat yang mengatakan bahwa kreativitas dipengaruhi faktor keturunan atau genetik. Hampir semua orang kreatif tidak diturunkan dari orang tua yang sama kreatifnya atau kemudian mempunyai keturunan yang sama kreatifnya. Beberapa dari mereka malah lahir dari orangtua yang biasa-biasa saja. Faktor lingkungan keluarga yang kondusif menjadi faktor dominan dalam berkembangnya kreativitas seseorang.

Ada yang berpendapat bahwa kreativitas akan hilang dengan bertambahnya usia. Pendapat lain mengatakan bahwa anak-anak lebih kreatif dibandingkan orang dewasa. Orang semakin bertambah usia, tingkat kreativitasnya akan berangsur berkurang. Mitos inipun berkembang dan menjadi persepsi masyarakat. Anak-anak memang sering memiliki ide orisinal dan tingkat imajinasi tinggi. Ide orisinal dibutuhkan, tetapi kreativitas membutuhkan lebih dari itu.

Ada yang beranggapan bahwa kreativitas akan berkurang dengan semakin bertambahnya pengetahuan, pendidikan dan pengalaman. Thomas Alva Edison tidak akan menemukan bola lampu pijar, jika tidak memiliki pengetahuan dan pendidikan fisika. Leonardo Da Vinci tidak dapat melukis The Last Supper jika tidak mempunyai pengetahuan, ketrampilan individu dan pengalaman yang baik di bidang seni. Keahlian dan ketrampilan yang diperoleh dari pendidikan justru sangat membantu proses peningkatan kreativitas.

Menjadi Kreatif

Apakah kreativitas bisa dilatih? Jawabannya bisa. Butuh latihan dan ketekunan untuk menumbuhkan kreativitas pada diri kita. Bagaimana caranya? Berikut diuraikan beberapa tips untuk menumbuhkan kreativitas. Gemar membaca, melihat, dan mendengar. Membaca buku, artikel apapun yang positif. Melihat dan mendengar dari berbagai media. Hal ini akan memperbanyak informasi yang kita serap. Setiap informasi yang masuk akan disimpan di dalam database otak kita.

Mempunyai sikap selalu ingin tahu. Hal ini menjadi motor untuk selalu berusaha dalam proses penciptaan (proses kreatif). Tanpa sikap ingin tahu, seorang penemu tidak akan menemukan apapun. Sebab penemuan biasanya lahir dari rasa ingin tahu yang tinggi atas solusi dari masalah yang dihadapi.

Berikutnya yang juga penting adalah membangun sikap yang positif. Kreativitas akan terancam dengan adanya sikap pesimistis. Apapun ide yang muncul, jika sikap pesimistis menguasai kita, maka ide tersebut akan selalu dipatahkan dan gagal sebelum direalisasikan. Internal brainstorming perlu ada dan menjadi pola pikir kita. Baca juga artikel saya, “Kaya Ide dengan Internal Braistorming”.

Menulis ide apapun yang keluar. Pernahkah mengalami ada sesuatu ide yang muncul di benak kita, beberapa detik kemudian lupa atau hilang. Jangan andalkan ingatan, begitu ide keluar, langsung catat. Saran saya perlu mempunyai buku kecil yang selalu kita bawa untuk mencatat setiap ide atau apapun yang kita lihat, dengar, baca yang mungkin menarik dan dapat membangkitkan ide. Buku kecil bisa digantikan handphone atau apapun. Selalu mencatat apapun yang kita lihat dan apapun yang kita pikirkan yang bisa kita gunakan untuk melahirkan ide yang baru.

Penutup

Kreativitas adalah salah satu faktor yang mendukung kesuksesan atau keberhasilan. Oleh karena itu, menjadi pribadi yang kreatif adalah penting. Menjadi kreatif bukan karena dilahirkan, tetapi karena proses. Dimana seseorang tersebut mau untuk terus belajar, berpikiran positif, terbuka atas segala informasi, mempunyai rasa ingin tahu. Kemudian jika ide kreatif melompat dari benak kita, catatlah, sebelum ide itu hilang. Yang terakhir,Anda harus mempunyai sikap berani. Berani untuk melakukan atas ide yang ada. Tanpa sikap ini, maka apapun ide yang keluar dari benak kita hanya menjadi catatan saja. Maka beranilah menjadi pribadi kreatif karena Anda luar biasa. (*)

*) Dosen Program Studi Manajemen FEB Unika Soegijapranata

https://radarsemarang.com

Kategori: ,