Menjadi Eksportir Rempah-Rempah
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:37 WIB

Wanita yang biasa dipanggil Ina ini merupakan salah satu alumni Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika angkatan tahun 1996 yang saat ini sedang menekuni usahanya sendiri bidang ekspor rempah-rempah Indonesia di bawah UD. Mandiri Raja dengan komoditas utama Pala. Hasil pengolahan rempah-rempah perusahaan Ina telah diekspor ke beberapa negara seperti Belanda, Jerman, Italia, dan Vietnam.

Sebelum terjun ke dunia ekspor, Ina juga sudah berwiraswasta membuat produk-produk makanan seperti produk ‘Nata De Pina’ (produk olahan dari gula yang berbasis Nanas). Kemudian setelah menikah, Ina bersama suami yang merupakan lulusan Teknologi Industri sepakat untuk menekuni dunia pangan.

“Awalnya, saya bersama suami mencoba memproduksi beberapa macam produk makanan, kemudian berlanjut menekuni dunia ekspor rempah karena suami saya bekerja di perusahaan yang membidangi ekspor rempah-rempah. Namun karena sesuatu hal, akhirnya kami memiliki usaha sendiri. Dan dalam menekuni usaha ini banyak tantangan yang harus kami hadapi, mulai dari proses produksi, kami harus dapat menyortir barang-barang yang sesuai dengan permintaan customer, sampai pada tantangan yang paling berat ketika kami harus bersinggungan dengan pihak birokrat karena usaha kami berhubungan dengan Departemen Perdagangan, Bea Cukai, dan karantina. Selain itu, kami juga harus memenuhi beberapa standar ekspor seperti HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan tentunya produk kami harus bebas insektisida. Tantangan lain juga datang dari bagian transportasi karena kontainer yang cocok untuk rempah-rempah adalah kontainer yang memiliki sistem ventilasi penuh dan pemerintah tidak menyediakan itu. Akhirnya, kami harus mencari cara agar saat barang diuji di tempat tujuan (Eropa) memiliki standar yang sama saat diuji di Indonesia. Untuk itu, kami harus mengantisipasi tumbuhnya hal yang tidak diinginkan seperti jamur selama perjalanan,” ujar Ina.

Tidak Bosan Untuk Selalu Belajar

Selama kuliah, Ina cukup aktif di tingkat fakultas dan pernah menjadi Ketua Senat Fakultas Teknologi Pertanian periode 1997-1998. Dibandingkan mahasiswa lain, Ina memiliki kenangan tersendiri terhadap FTP Unika. Menurut Ina, hal yang paling berkesan dari FTP Unika terutama terkait acara-acara di luar kuliah seperti Latihan Dasar Kepemimpinan dan keakraban hubungan antara dosen dengan mahasiswa.

Ina juga masih teringat pengalaman saat mengerjakan laporan praktikum, karena pada saat itu masih sangat sulit untuk mencari rental komputer yang bisa digunakan untuk membuat laporan praktikum, sehingga proses pengerjaan laporan seringkali memakan waktu hingga larut malam.

Selama kuliah di FTP, Ina juga merasakan banyak nilai-nilai yang diperolehnya, utamanya adalah nilai-nilai leadership.

Sebagai alumni FTP yang telah lama terjun ke masyarakat, Ina meyakini bahwa adik-adik mahasiswa FTP tentunya lebih pintar dibandingkan angkatannya dahulu. Untuk itu, ia berpesan kepada adik kelas di FTP untuk terus menambah wawasan di luar yang diajarkan oleh dosen dan lebih menggali ilmu sebanyak mungkin dari mata kuliah yang diambil serta tidak bosan untuk selalu belajar hal-hal baru diluar perkuliahan. (Cal)

Kategori: ,