Manfaat Teknologi Informasi dalam Industri Kuliner
Jumat, 29 Juni 2018 | 16:55 WIB

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yang ke-23, Program Magister Teknologi Pangan Unika Soegijapranata mengadakan Workshop Programming  untuk Industri Kuliner yang diadakan pada hari Kamis (28/6) bertempat di ruang Seminar LPPM, Gedung Mikael lantai 4 Unika Soegijapranata.

Acara workshop tersebut menghadirkan 2 narasumber yaitu Meiliana sebagai pakar gizi dan dosen dari FTP Unika serta M. Syauqi Harris sebagai instruktur profesional di Armadillo Accounting Software.

Dr. A. Rika Pratiwi, M.Si selaku Ketua Program Magister Teknologi Pangan Unika dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya teknologi informasi di bidang kuliner. “Dalam perkembangan teknologi di bidang kuliner dewasa ini, kita berharap dengan mengadakan workshop programming, kita bisa mendapat tambahan pengetahuan teknologi yang memberikan manfaat secara maksimal untuk kemajuan dan perkembangan industri kuliner di Indonesia yang memiliki potensi yang besar, ” ucap Dr. Rika.

Sedangkan Meiliana sebagai pemateri pertama, menyampaikan perihal pengadaan bahan makanan dalam industri jasa boga dalam skala besar. “Selama ini kerusakan pada bahan pangan yang bisa berakibat munculnya penyakit foodborne illness cukup menjadi momok yang menakutkan bagi para pekerja di industri jasa boga. Hal tersebut karena rata-rata para pelaku industri jasa boga pasti menggunakan bahan pangan dalam skala besar dan untuk menjaga bahan pangan dari kerusakan digunakan prinsip food safety baik dari penanganan bahan makanan ataupun penjamah bahan makanan,” terangnya.

Penggunaan Software

“Dalam pengadaan bahan makanan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti berapa jumlah yang dibutuhkan, persyaratan kedua adalah mengenai kapan bahan makanan akan digunakan, bagaimana cara menyimpannya dan bagaimana kualitas bahan makanan yang diharapkan dan yang terakhir tentunya berapa harganya,“ jelasnya.

“ Sehingga para pelaku industri kuliner perlu melakukan pencatatan mengenai jumlah bahan makanan yang dibutuhkan secara rutin. Walaupun sejatinya, kegiatan pencatatan ini sudah ada sejak zaman dulu secara manual namun dengan kemajuan teknologi saat ini, pencatatan tersebut dapat dilakukan dengan software,” sambung Meiliana

Dalam penjelasan lanjutannya, terkait penyediaan bahan pangan, para pelaku industri juga wajib memiliki strategi dalam penyimpanan bahan pangan terutama bagi industri yang masih kecil. Selain itu, bagi pengusaha catering penting untuk menyeleksi pemasok bahan pangan yang digunakan didasarkan atas beberapa indikator : kualitas bahan pangan yang dipasok dan ketepatan kedatangan. Untuk menjaga komitmen dari pemasok, Meiliana menganjurkan untuk dibuat kontrak antara pengusaha dan pemasok.

Sedangkan Harris menjelaskan tentang penggunaan software dalam mekanisme pencatatan dan pentingnya pendataan bahan pangan. “Keunggulan dari pencatatan menggunakan software dibanding dengan sistem manual adalah yang pertama minimnya kesalahan. Kedua, pencatatan dengan software juga menawarkan waktu pengerjaan yang lebih cepat sehingga apabila dalam pengambilan keputusan dibutuhkan data secara cepat, pencacatan dengan software bisa menjadi jawaban. Keunggulan yang Ketiga adalah pencatatan dengan software juga memungkinkan seorang pengusaha untuk mengawasi standar operasi usahanya tidak secara langsung. Tentunya hal ini memberikan keuntungan terutama bagi pengusaha untuk dapat mempercayakan usahanya kepada staf manajer,” pungkasnya. (Cal)

Kategori: ,