Manajeman Transportasi Mudik 2018 Lebih Baik dari 2017
Kamis, 21 Juni 2018 | 11:19 WIB

image

Manajemen transportasi mudik dan arus balik pada libur lebaran Idulfitri tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini terlihat dengan waktu perjalanan mudik yang lebih cepat dari pada sebelumnya.

Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, menuturkan ada manfaat dampak dari penambahan kapasitas infrastruktur jalan, baik tol maupun non tol.

“Tahun depan Tol Trans Jawa sudah dapat dilewati semua dengan membayar. Sudah tidak ada lagi tol fungsional,”kata Djoko kepada Bisnis Selasa (19/6/2018).

Kendati demikian, Djoko berharap agar pembenahan jalan non tol target berikutnya dengan menjamin tidak ada lubang. Sebab, pada tahun ini masih ditemui jalan pantura yang berlubang walau tidak banyak.

“Jalan penghubung pantura dan pansela yang sekelas harus diwujudkan, sehingga pengguna jalan bisa rasakan tidak ada bedanya saat alih jalur. Bisa juga memberi target pengguna jalan jika tidak kendala berarti, waktu perjalanan hingga Jawa Timur maksimal 20 jam, untuk Jawa Tengah maksimum 15 jam. Dari target tersebut dibuat standar operasi yang menunjang.”

Sementara itu, terkait angka kecelakaan pada mudik kali ini, Djoko mengapresiasi langkah pemerintah sehingga menurunkan angka kecelakaan sebanyak 32%.

Menurutnya, program mudik gratis harus lebih kreatif dam pemerintah dapat menggandeng pengusaha angkutan umum reguler (organda) untuk mudik bersama.

“Pemudik motor harus tetap diupayakan dikurangi dengan menyiapkan lebih matang program mudik menggunakan kapal laut dan kapal penyeberangan. Mudik motor diupayakan tidak lama di perjalanan, cukup maksimum 5 jam.”

Lebih lanjut, dia menilai masih ditemukannya kelebihan muatan baik barang dan orang masih terjadi pada mudik sepeda motor.

Kedepan, Djoko menyarankan agar program mudik gratis tidak hanya diberikan untuk pemudik di Pulau Jawa melainkan juga untuk pemudik dari Jawa ke Sumatera, Bali ke Jawa, Kalimantan ke Sulawesi atau di kawasan tertentu di wilayah yang memerlukan, seperti Maluku, Kep. Riau, Maluku Utara.

Angkutan Perairan

Sementara itu, dalam mudik kali ini, Djoko menilai pemerintah harus benar-benar memperhatikan keselamatan dan pelayanan angkutan perairan.

Hal ini menyusul adanya insiden kecelakaan speedboat dan kapal laut di Makassar dan Bangka Selatan (Toboali). Menurutnya, keselamatan transportasi perairan sungguh memilukan.

“Faktanya masih terjadi pengabaian dari regulator, baik Pemda maupun pusat. Selain itu SDM dan fasilitas keselamatan masih belum memadai, perlu program percepatan untuk menuntaskan progran keselamatan transportasi perairan.”

http://industri.bisnis.com

Kategori: