MAKSIMALKAN POTENSIMU SEBAGAI GENERASI Z
Kamis, 7 Juni 2018 | 9:31 WIB

Indonesia diprediksi pada 10 tahun ke depan Indonesia akan memiliki bonus demografi yang besar (http://theglobal-review.com/sekilas-bonus-demografi-di-indonesia/ ). Mau tidak mau setiap orang berlomba-lomba untuk membuat keunggulan dalam dirinya agar mampu bersaing dengan yang lain. Pada saat itu pula, Generasi Z yang lahir antara tahun 1995-2010 menjadi generasi penerus yang mengalami bonus demografi tersebut. Mau tidak mau, mereka harus menggali potensinya sejak dini dan hal itu yang ingin disasar oleh Wakil Rektor III Unika Soegijapranata yang membidangi kemahasiswaan untuk membekali para Generasi Z yang saat ini duduk di bangku perkuliahan melalui seminar Gen Z “Realize Your Potential as Gen Z” yang dilaksanakan pada Selasa (5/6) di Theater Thomas Aquinas.

Menurut Wakil Rektor III Unika, Dr. V. Kristina Ananingsih, S.T, M.Sc menuturkan bahwa Generasi Z adalah generasi yang inovatif dan kreatif dimana mereka dapat menyalurkan ide mereka dalam berbagai bentuk kegiatan maupun penalaran, dalam seminar ini mereka akan diberikan motivasi utamanya dalam hal menulis dan bidang penalaran untuk menyalurkan ide tersebut,

“Seminar Gen Z ini memang diselenggarakn utamanya untuk memberikan pencerahan kepada Gen Z yang punya ide dan kreativitas tinggi supaya dapat menyampaikan tentang apa yang menjadi pandangan mereka dalam sebuah buku. Dalam seminar ini, mereka didorong untuk memiliki keunggulan yang lebih dibandingkan dengan yang lain karena persaingan di dunia ini semakin ketat dan menuntut mereka untuk memiliki nilai lebih.”

Motivasi yang Kuat

Hal senada juga disampaikan oleh Sebastian Romansaputra yang merupakan salah satu pembicara dari seminar Gen Z ini. Menurutnya sebagai Gen Z dia memang memiliki keinginan untuk berkembang dan tidak mudah puas ketika sudah mencapai hal yang baik,

“Saya tipikal orang yang tidak mudah puas dengan apa yang telah saya capai. Menurut saya masih banyak hal yang harus dicapai dan apa yang diimpikan oleh Generasi Z haruslah dikejar dan diwujudkan karena keunggulanlah yang pada akhirnya nanti menjadi tujuan akhir dari Gen Z. Saat ini tujuan saya adalah bisa melanjutkan studi ke salah satu Universitas yang sistem seleksinya cukup ketat dan terkenal di dunia, dan dalam prosesnya Universitas ini berusaha menyaring calon kandidat terbaik dengan prestasi tinggi untuk dapat melanjutkan studi di sana. Saya termotivasi dan berkeinginan untuk hal itu, maka saya berusaha untuk mencapainya dengan mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mendukung saya untuk diterima di sana dengan salah satunya mengikuti CWMUN,” ungkap Bastian.

Senada dengan Bastian, Herliansa Chrisnasari Puspita yang merupakan Juara Denok Semarang 2017 dan Putri Pariwisata Jawa Tengah 2017 ini juga menuturkan bahwa sebagai generasi Z tidak mudah untuk putus asa dalam mencapai tujuan,

“ Pada mulanya saya tertantang mengikuti kegiatan denok kenang 2015 dan saya tidak lolos namun hal itu tidak menyurutkan semangat saya untk mengikuti kontes serupa dan Puji Tuhan saya lolos pada tahun 2017, hal ini menunjukan bahwa usaha yang kuat tidak akan mengkhianati hasil. Keinginan yang diwujudkan dengan usaha dan doa akan dapat terlaksana dan sampai saat ini saya ingin mencapai lebih dan lebih lagi, maka sebagai generasi Z kita harus berani untuk keluar dari zona nyaman walaupun itu harus mengorbankan sakit dan air mata.”

Peluncuran Buku

Bersamaan dengan acara Seminar Gen Z ini, turut diluncurkan pula 2 buah buku yang ditulis oleh mahasiswa Unika Soegijapranata bersama Rektor, Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya, MS., IEC. Buku pertama yang berjudul PerZpective yang ditulis oleh dosen dan mahasiswa ini berisi tentang pandangan dosen terhadap generasi Z serta pandangan mahasiswa akan Generasi Z nantinya akan seperti apa. Sedangkan untuk buku kedua berjudul “Untuk Indonesia kami bersuara NEGERIKU 2045” yang ditulis oleh mahasiswa Unika pula dan berisi tentang pandangan mahasiswa mengenai kondisi Bangsa Indonesia dengan melihat perspektif masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Prof. Ridwan menyampaikan kebanggaannya terhadap minat menulis pada mahasiswa dan dosen yang mampu dituangkan dalam sebuah buku. Hal tersebut mendukung program Unika yang ingin membawa talenta-talenta yang ada di Unika untuk disampaikan ke masyarakat. Prof. Ridwan juga mengajak mahasiswa untuk ikut menulis buku agar talenta dan kreativitas yang dimiliki dapat tertuang dengan tepat, “Saat ini tidak perlu menunggu untuk jadi seorang praktisi agar bisa menulis buku. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa karya mahasiswa yang dapat dituangkan dalam sebuah buku. Harapan saya adalah para mahasiswa di Unika dapat menuangkan ide dalam sebuah buku dan dapat dipublikasikan melalui http://ebook.unika.ac.id/  sehingga tidak hanya civitas akademika saja yang dapat menikmati, namun masyarakat umum juga dapat memanfaatkan ide dari mahasiswa tersebut.” (Ign)

Kategori: ,