BANGUN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG SAMPAH PLASTIK MELALUI FILM DOKUMENTER
Senin, 25 Juni 2018 | 10:40 WIB

Akar rumput Bali yang digawangi oleh Gede Robi bekerjasama dengan Watchdoc Documentary untuk mengadakan liputan dokumenter mengenai Microplastic pada Kamis (21/6) bertempat di Laboratorium Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata.

Gede Robi yang juga Vocalis Band Navicula menjelaskan bahwa Akar rumput yang merupakan perusahaaan besutannya merupakan sebuah perusahaan di Bali yang bergerak di bidang Sociopreneurship (kewirausahan berbasis sosial) dimana isu yang diangkat selalu berkaitan dengan isu sosial dan lingkungan atau  pelestarian lingkungan, Akar rumput juga memperhatikan kesejahteraan sosial sehingga diperoleh keseimbangan antara  penguatan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan masyarakat. Akar rumput juga terlibat sebagai konsultan media di beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Bali.

Sebelum berfokus dalam isu Microplastic, Akar rumput pernah terlibat dalam pembuatan Film Jalanan, sebuah film dokumenter yang terfokus pada keberadaan pengamen jalanan di Jakarta. Bagi Robi, Film Jalanan memiliki prestasi tersendiri dimana film tersebut merupakan film dokumenter pertama yang diputar di layar bioskop dan film tersebut juga sekaligus pernah memenangkan Festival Film Busan 2013 di Korea Selatan.

Sedangkan Watchdoc Documentary yang digawangi oleh Dandhy Laksono juga sukses dengan Film Dokumenter Ekspedisi Indonesia Biru, sebuah film dokumenter yang bercerita tentang perjalanannya mengelilingi Indonesia selama 1 tahun.

Selain bekerjasama dengan Watchdoc Documentary,  Akar rumput Bali juga bekerjasama dengan LSM Kopernik untuk mengadakan pembuatan film dokumenter mengenai “Pulau Plastik”.

Gandeng FTP Unika

Terkait pembuatan film dokumenter mengenai plastik, Robi pun mengatakan bahwa salah satu inspirasinya karena dampak plastik terhadap lingkungan sudah terlalu banyak. Untuk itu, Akar rumput mengadakan riset bersama Kopernik dan menemukan salah satu peneliti sampah plastik, Inneke Hantoro, S.TP., MSc. yang juga dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata.

“Ketertarikan kami terhadap isu plastik sebenarnya sudah lama muncul hanya saja saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menyuarakan ini karena dampak plastik terhadap lingkungan sudah terlalu banyak. Betapa ironis, Indonesia menjadi  penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia sementara di sisi lain kita juga memiliki keanekaragaman hayati berupa Kawasan Segitiga yang terletak di Kepulauan Derawan Kalimantan, salah satu keanekaragaman hayati paling lengkap. Ironis memang alat-alat plastik yang kita pakai hanya kurang dari 3 menit kemudian kita buang dan dia tetap ada ratusan tahun. Sehingga menurut kami, melalui penyuaraan dengan film, ini salah satu cara untuk memerangi sampah plastik karena kami percaya bagaimana membuat isu serius dengan penyampaian pada masyarakat melalui karya yang populer seperti festival musik, musik, ataupun film” jelas Robi.

Sementara proyek sampah plastik yang sedang dijalankan Robi juga sejalan dengan proyek Band Navicula yang akan mengeluarkan album baru dimana salah satu lagunya juga bercerita mengenai sampah plastik.

“Tujuan saya menyuarakan hal ini lebih pada apabila plastik dilihat sebagai sampah memang sebuah sampah namun apabila dilihat sebagai komoditas, plastik memiliki nilai ekonomi sehingga sangat penting kebutuhan daur ulang terhadap sampah plastik, karena di sisi lain saya juga memegang prinsip apabila kita membuang racun maka kita juga menuai racun” tegas Robi.

Pada kesempatan lain, Dandhy Laksono yang juga terlibat dalam proyek ini menegaskan tujuannya agar dapat merekam sedetail mungkin sampah plastik agar dapat tersampaikan ke masyarakat

“Ketertarikan saya bekerjasama dengan Kawan Navicula dalam proyek ini karena merupakan pengetahuan baru bagi kami dan kami pun tertantang untuk mengeksplorasi lebh jauh hasil penelitian yang ada. Kami pun berharap melalui liputan dokumenter yang kami berikan agar memberikan awareness pada masyarakat mengenai plastik yang terbuang” tegas Dandhy.(Cal)

Kategori: ,