Analisis: Tekan Pemudik Motor
Senin, 25 Juni 2018 | 15:13 WIB

image

Oleh Djoko Setijowarno *

Mayoritas pemudik menggunakan jalur darat untuk pulang ke kampung halaman merayakan Lebaran.

Tahun ini ada penambahan fasilitas infrastruktur tol, baik yang sifatnya masih fungsional maupun operasional.

Di Lebaran tahun ini rentang waktu libur cukup panjang. Hal itu sangat membantu kelancaran arus mudik.
Sebenarnya di jalur biasa pun arus kendaraan cenderung lancar. Hanya saja sepertinya kebanyakan orang fokus memilih menggunakan jalan tol.

Menggunakan jalur non tol juga dirasa lebih cepat. Hanya saja, konsekuensinya mereka harus berhadapan dengan pemudik motor yang jumlahnya begitu besar.

Jumlah pemudik motor juga masih banyak. Ini harus menjadi fokus pemerintah agar ke depan bisa dikurangi. Seperti satu di antaranya memperbanyak program mudik gratis, baik perusahaan swasta maupun pemerintahan.

Minat masyarakat atau pemudik sepeda motor untuk beralih menggunakan transportasi umum juga masih rendah. Saya melihat ada empat motivasi meraka memilih menggunakan kendaraan roda dua.

Pertama, dia fleksibel atau tidak terikat waktu, kemudian ingin menunjukkan hasil perantauan. Motivasi lain karena ingin mobilisasi ketika berada di daerah, serta terakhir biaya yang lebih murah.

Dalam kasus penghematan biaya ini sebenarnya bisa disiasati dengan memperbanyak kegiatan mudik gratis.
Sedangkan pertimbangan mobilisasi, pemerintah pusat harus bisa membangun transportasi di daerah.

Sehingga, pemudik tidak bingung harus menggunakan moda transportasi umum apa yang ada di daerah.
Selain itu, pemerintah juga sebaiknya tidak hanya memikirkan arus mudik di Jawa, melainkan di luar Jawa, sehingga kepadatan di penyeberangan laut tetap berjalan lancar.

Mudik tahun ini lebih lancar dari tahun lalu, kendati masih ada antrean panjang mendekati pintu tol. Tapi waktu tempuh total lebih singkat dari tahun lalu.

Upaya pemerintah untuk melayani pemmudik patut diapresiasi. Kelancaran mudik ini merupakan hasil kerja dari beberapa kementerian dan lembaga.

Angka kecelakaan dapat ditekan dan menurun sekitar 32 persen saat mudik. Sosialisasi dan peran media sosial juga cukup membantu.

Sementara untuk prediksi arus balik, durasi waktunya lebih panjang. Biasanya, kalau mudik lancar, arus balik akan lebih lancar. Pemerintah dapat menggandeng pengusaha angkutan umum reguler untuk mudik bersama.

Pemudik motor harus tetap diupayakan dikurangi dengan menyiapkan mudik menggunakan kapal, sehingga mudik motor tidak lama di jalan, cukup maksimal 5 jam perjalanan.

*)Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: ,