ANALISIS: Hindari Perjalanan Malam
Selasa, 5 Juni 2018 | 9:38 WIB

image

Oleh Rudatin Ruktiningsih

Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang

Lebaran tinggal menghitung hari, tetapi kalau kita lihat beberapa infrastruktur, terutama jalan tol di Jateng dikatakan harus siap mewadahi pemudik.

Dilihat dari struktur jalan diperkirakan lebih baik dari tahun lalu, karena tidak lagi lean concrete, tetapi sudah rigid pavement, meskipun masih satu arah.

Rencananya, rambu-rambu juga akan dilengkapi, sehingga pemudik tidak bingung. Dari sisi SDM, saya kira kerja sama yang luar biasa dari semua stakeholder yang terlibat di tahun lalu cukup bagus dan patut diapresiasi.

Sebaiknya untuk tahun ini juga demikian, bahkan harus lebih baik pada saat pengoperasiannya. Tol dikatakan fungsional adalah bisa digunakan dengan fasilitas minimalis, yang penting bisa berfungsi sebagai jalan.

Sedangkan jalan siap operasional adalah jalan yang siap dilalui dengan fasilitas sesuai dengan peruntukannya, baik struktur maupun infrastruktur pendukungnya.

Kembali ke masalah tol yang siap secara fungsional, tentunya ada beberapa aspek yang perlu dicermati, terutama oleh pemudik dan para pelaksana pengoperasian pada saat arus mudik.

Hal itu terutama terkait dengan jalan hanya satu arah yang siap dilalui, sehingga perlu kesabaran para pemudik dan kehati-hatian. Patuhi rambu dan petunjuk petugas.

Jangan melakukan perjalanan malam pada saat lewat tol, karena lampu belum lengkap. Hati-hati saat melintas karena jalan belum steril, sehingga memungkinkan banyak warga sekitar melintas, debu, masih ada perbedaan elevasi antara badan jalan dan sekitarnya.

Perlu sosialisasi yang intens bahwa jalan tol bukan satu-satunya jalan untuk mudik. Masih banyak jalan lain yang lebih siap secara operasional, yakni ada lintas utara, selatan, dan tengah, serta alternatif. Hati-hati di jembatan kalikuto yang diprediksi baru siap H-2.

Sedangkan kepada stakeholder yang bertugas, ada beberapa catatan pengingat, yaitu perlu strategi buka tutup yang lebih terkordinasi, sehingga tidak ada penumpukan kendaraan.
Ketegasan di lapangan dibutuhkan untuk menghadapi pemudik yang tidak mengikuti aturan.

Sistem informasi harus real time dan diberikan ke semua stakeholder dan pemudik tentang kondisi lapangan.

Perlu juga mengikutsertakan media untuk membantu menyalurkan sistem informasi, meski Jateng sudah mempunyai informasi arus mudik berbasis android/ponsel.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: ,