30 Ribu Orang Padati Stasiun Tiap Hari
Kamis, 21 Juni 2018 | 10:00 WIB

imageEnam hari setelah Lebaran, setiap hari sebanyak 30 ribu penumpang turun dan naik kereta api di sejumlah stasiun wilayah Daop IV.

Data terkini PT KAI Daop IV Semarang, penumpang terbanyak berada di Stasiun Poncol Semarang, yaitu 14.644 orang. Rinciannya sebanyak 6.392 penumpang naik dari Stasiun Poncol dan 8.252 penumpang turun di stasiun tersebut. “Jumlah penumpang paling sedikit berada di Stasiun Cepu, yakni 783 orang. Jumlah penumpang terbanyak kedua di Stasiun Tawang sebanyak 6.219 penumpang turun dan 6.817 penumpang naik,” jelas Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang, Suprapto, kemarin.

Sementara itu, Kepala Terminal Penggaron, Ari Haryadi mengatakan, arus balik di terminal tersebut kendati ada peningkatan, jumlahnya tidak terlalu signifikan, dan masih bisa melayani penumpang dengan baik. Ia menambahkan, berdasar rekapitulasi data pada H+3 atau Selasa (19/6) total bus berangkat sebanyak 46 unit yang mengangkut 411 penumpang.

Adapun armada yang datang sebanyak 46 unit dengan penumpang turun sebanyak 405 orang. ”Mayoritas penumpang menuju arah timur seperti Grobogan, Kudus, Jepara, Pati dan Rembang, Kebanyakan dari mereka adalah para pekerja buruh bangunan dan buruh pabrik,” ujarnya.

Libur Cuti Bersama

Koordinator Terminal Mangkang, Didik Tri Margono mengatakan, jumlah penumpang di terminal tersebut mengalami peningkatan pada H+5. Lonjakan penumpang terjadi karena Rabu (20/6) merupakan hari terakhir libur cuti bersama. “Lonjakan penumpang terlihat dari tiga hari terakhir setelah Lebaran, dimulai sejak H+2.” Tercatat jumlah keberangkatan penumpang bus antarkota antarprovinsi pada 17 Juni sebanyak 178 orang dengan bus 147 unit. Pada 18 Juni jumlah penumpang sebanyak 208 orang dengan bus 133 unit. “Pada 19 Juni lalu jumlah penumpang sebanyak 286 orang dengan bus 180 unit,” jelas Didik.

Pengamat Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno menilai, penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini tergolong lancar. Kendati demikian, masih ada catatan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan mudik tahun depan. “Waktu perjalanan rata-rata menjadi lebih cepat ketimbang tahun sebelumnya. Ada manfaat dampak dari penambahan kapasitas infrastruktur jalan, baik jalan tol maupun non tol,” kata Djoko.

Menurutnya, program mudik gratis harus lebih kreatif. Pemerintah dipandang perlu menggandeng pengusaha angkutan umum reguler (Organda) untuk mudik bersama. “Pemudik motor harus tetap diupayakan dikurangi dengan menyiapkan lebih matang program mudik menggunakan kapal laut dan kapal penyeberangan,” ucap Djoko.

https://www.suaramerdeka.com, Suara Merdeka 21 Juni 2018 hal. 14

Kategori: ,