Unika Sepakati Kerja Sama dengan IIEF
Sabtu, 12 Mei 2018 | 11:06 WIB

Jumat (11/5) bertempat di ruang Pertemuan Gedung Mikael lantai 3, Unika Soegijapranata mengadakan penandatanganan kerjasama dengan The Indonesian International Education Foundation (IIEF) . Adapun dalam penandatangan tersebut dihadiri oleh Rektor Unika Prof. Dr. Ridwan Sanjaya, SE, S.Kom, MS.IEC, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama B. Danang Setianto, SH., LL.M., MIL, Direktur CLT Blasius Panditya Tridanardana MBA dan Direktur The Indonesian International Education Foundation Diana Kartika Jahja SS, M. App. Ling didampingi oleh Testing Manager The Indonesian International Education Foundation, Wiati Rahayu.

Menurut Diana, kerjasama ini sangat penting karena TOEFL ITP telah menjadi syarat mutlak bagi banyak program pendidikan yang ditawarkan seperti beasiswa LPDP, Fullbright, Australia Awards dan juga menjadi syarat mutlak dalam banyak lowongan pekerjaan. Untuk sekedar diketahui, Indonesia merupakan penyelenggara pendidikan TOEFL ke-3 terbaik di dunia setelah Jepang dan Amerika Latin.

“Tentunya dengan kerjasama ini kami merasa sangat bangga bisa bermitra dengan Unika Soegijapranata, disamping fungsi TOEFL ITP sendiri yang memegang peranan cukup penting bagi dunia pendidikan. Bagi IIEF, Unika Soegijapranata sudah menjadi mitra yang sangat lama. Perlu saya perkenalkan sedikit, IIEF adalah organisasi non-profit yang merupakan cabang yang terafiliasi oleh Institute of International Education (IIE) yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Selain Indonesia, IIE juga terdapat di 14 negara lainnya dan yang menjadi kebanggan bagi saya karena cabang di Indonesia merupakan salah satu cabang yang paling besar. Selain itu, IIEF juga lebih dari 30 tahun menjadi perwakilan ETS (Educational Testing Service), lembaga yang berbasis di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat yang membuat TOEFL test,”ujar Diana.

Menurut keterangan yang dipaparkan Prof. Ridwan, kerjasama ini telah direncanakan sejak 4 tahun yang lalu. Harapannya, sebelum mahasiswa masuk semester akhirnya sudah bisa mendapatkan sertifikat TOEFL ITP. Karena dalam beberapa tahun ini, mahasiswa mengambil tes TOEFL saat sebelum lulus.

“Yang perlu digarisbawahi, anak muda saat ini mengejar TOEFL ITP bukan hanya sebagai persyaratan melainkan juga sebagai ajang unjuk eksistensi karena saat ini minat pertukaran pelajar ke luar negeri juga sangat tinggi. Saya berharap dengan kerjasama ini akan membuat perubahan yang lebih besar lagi dan menyelaraskan program kerja universitas yaitu Unika Connect yang menyambungkan Unika dengan berbagai talenta serta menyambungkan talenta dengan berbagai kesempatan di masyarakat,” jelas Prof. Ridwan.

Diana menambahkan, berbagai inovasi yang dilakukan oleh Unika akhir-akhir ini akan semakin menciptakan kerjasama yang sinergis bagi IIEF. Unika bahkan bisa menjadi tempat pertama bagi implementasi terobosan yang dihasilkan oleh IIEF. (Cal)

Kategori: ,