Tingkatkan Peringkat Akreditasi Jurnalnya, Prodi Sistem Informasi Lakukan Ini
Kamis, 24 Mei 2018 | 14:25 WIB

Salah satu indikasi kemajuan lembaga pendidikan adalah adanya penelitian aktif oleh para dosennya yang dipublikasi melalui jurnal. Oleh karena itu menulis jurnal menjadi kewajiban bagi setiap dosen selain mengajar mahasiswa. Dan sebetulnya ada tiga domain yang menjadi kewajiban seorang dosen yaitu penelitian, pengajaran dan pengabdian, yang ketiganya dikemas dalam Tridharma Perguruan Tinggi.

Dalam rangka merealisasikan Tridharma Perguruan Tinggi salah satunya penelitian, maka Program Studi Sistem Informatika Unika Soegijapranata pada hari Kamis (24/5) telah mengadakan kegiatan “Workshop Penulisan Naskah Jurnal” dengan mengundang dua narasumber yaitu Prof Dr. F Ridwan Sanjaya, MS., IEC yaitu rektor Unika Soegijapranata yang juga dosen penulis artikel ilmiah terindeks Scopus, sekaligus Editorial Board SISFORMA dan di beberapa jurnal internasional, serta pembicara di banyak workshop dan seminar. Dan narasumber lainnya yaitu Dra. Cecilia Titiek Murniati, MA., PhD. yang akan menyampaikan materi mengenai bagaimana mengemas artikel atau calon artikel yang biasanya ditulis dalam bahasa Indonesia untuk disajikan dalam bentuk bahasa Inggris.

Ketua Program Studi Sistem Informasi, Benardinus Harnadi, Ph.D mengemukakan beberapa hal terkait jurnal ilmiah Sisforma ( http://journal.unika.ac.id/index.php/sisforma/index ) yang menjadi wadah hasil penelitian dan dimiliki oleh Program Studi Sistem Informasi, yang saat ini sedang ditingkatkan pengelolaannya menuju terakreditasi dari Kemenristek Dikti.

“Untuk meningkatkan pengelolaan jurnal supaya terakreditasi dari Kemenristek Dikti, maka salah satu kegiatannya adalah acara workshop penulisan naskah jurnal yang diselenggarakan pada hari ini. Sedangkan kegiatan lainnya sebagai kelanjutan kegiatan workshop hari ini adalah kegiatan workshop pengembangan website OJS dan workshop pengelolaan website OJS yang akan diselenggarakan pada bulan Juni dan Juli mendatang. Selain itu masih ada satu kegiatan lagi yang murni khusus internal Sisforma sendiri, berupa diskusi atau pembekalan bagi para dewan editor dan para reviewer untuk meningkatkan pengelolaan jurnal Sisforma.”

“Dari empat kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan tersebut, tiga kegiatan dilaksanakan di kampus Unika Soegijapranata dan pesertanya tidak hanya untuk lingkungan Unika saja tetapi juga terbuka untuk yang berasal dari luar Unika,” jelasnya.

Sementara itu Kepala UPT Perpustakaan Unika Soegijapranata Rikarda Ratih Saptaastuti, S.Sos menambahkan tentang kategori jurnal Dikti yang menjadi tujuan akreditasi atau berdasarkan pengertian yang ada di laman ristekdikti, sering disebut SINTA (Science and Technology Index).

“Sinta merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek. Jurnal yang telah dikategorikan berdasarkan Sinta 1 sampai Sinta 6 akan dilakukan pemeringkatan berdasarkan jumlah sitasi dan h indeks dari Google Scholar yang telah dibuat oleh masing-masing jurnal setelah dilakukan verifikasi. Dan dari Sinta 1 hingga 6, yang terakreditasi adalah Sinta 1 (Terakreditasi A nilai >85, atau terindeks Scopus) dan Sinta 2 (Terakreditasi B nilai 70-85), sedang Sinta 3 sampai Sinta 6 masuk dalam kategori jurnal proses akreditasi dan evaluasi,” terangnya.

“Saat ini Jurnal Sisforma masuk dalam Sinta 4, oleh karena itu perlu pembenahan untuk menuju akreditasi supaya nilai evaluasi bisa mencapai minimal 70 (Sinta 2 atau terakreditasi B). Untuk pembenahan tersebut dari Unika mengajukan dana hibah jurnal ke Dikti dan disetujui oleh Dikti dengan memberikan dana hibah kepada Sisforma yang digunakan untuk memperbaiki pengelolaan jurnal, pengembangan website jurnal, dan konten jurnal. Hal tersebut supaya ketika proses perbaikan itu terjadi dengan support dana hibah, Sisforma bisa lebih siap untuk proses akreditasi dibandingkan jurnal yang belum melalui proses evaluasi diri,” imbuhnya. (fas)

Kategori: ,