Shinta Nuriyah: Semua Umat Harus Bersatu Menjaga Kerukunan dan Merawat Perdamaian
Senin, 28 Mei 2018 | 9:05 WIB

image

Pada Ramadan 1439 Hijriyah mantan Ibu Negara yang ke- 4, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menyambangi warga Kota Semarang dengan menggelar acara Sahur Bersama di rumah Pastoran Johanes Maria, kampus Unika Soegijapranata, Jumat (25/5). Ribuan umat agama Islam,  Katholik,  Kristen,  Hindhu, Buddha dan Konghucu serta tokoh lintas agama ikut hadir. Hadir juga Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya dan tamu undangan lainnya.

Acara yang sudah rutin dilakukan Shinta Nuriyah setiap bulan Ramadan ini dikatakan dia, adalah bertujuan untuk bertemu muka secara langsung dengan masyarakat face to face. Sekaligus untuk menjalin persaudaraan antar suku bangsa,  agama,  bahasa dan adat istiadat yang beragam sebangsa dan setanah air.

"Saya menyelenggarakan sahur bersama sebagai ungkapan rasa kasih,  persaudaraan,  saling menghormati dan menghargai sesama anak bangsa,  untuk membantu umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa. Karena kita semua bersaudara,"jelasnya.

Dilanjutkan, Shinta Nuriyah bahwa tiap tahun ternyata peminatnya membludak,  dari awalnya hanya berjumlah 30 orang, kemudian menjadi seperti sekarang ini.  Sehingga tidak bisa memenuhi keinginan semua masyarakat untuk sahur bersama dan buka bersama. 

"Saya tidak mau buka bersama. Mengapa,  saya tidak memilih seperti itu. Jadi kalo buka bersama sudah banyak di masyarakat. Karena yang diajak berbuka tapi banyak yang tidak puasa juga. Sehinhga saya tidak memilih berbuka bersama. Kalo sahur bersama tujuannya memang untuk mengajak puasa,"harapnya sembari tersenyum.

Menyinggung kejadian akhir-akhir ini di Indonesia,  Shinta Nuriyah juga memberikan tanggapannya dimana fenomena yang banyak menebar kebencian,  menebar hujatan, menebar kebohongan.  Ditambah dengan kejadian bom bunuh diri.

"Padahal semua agama,  mengajarkan saling menghormati,  menghargai, hidup berdampingan. Semua umat harus bersatu untuk menjaga kerukunan dan merawat perdamaian,"ungkapnya.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi menurut dia,  karena sekarang sudah mulai luntur orang beragama. Dan sudah kehilangan hati nuraninya. Bagaimana yang dulu telah diperjuangkan oleh Abdurrahman Wahid (Gusdur), untuk merajut kerukunan diantara semua umat beragama untuk menciptakan perdamaian.

Sementara sebagai tuan rumah Aloys Budi Purnomo mengatakan, acara sahur bersama dengan ibu Shintha Nuriyah berjalan luar biasa,  hikmat dan semarak. Dan pihaknya sangat apresiasi atas bantuan dari semua pihak yang telah membantu pelaksanaan acara tersebut.

"Moga-moga ini jadi berkah untuk bangsa kita, masyarakat kita. Sehingga kehidupan damai dan sejahtera yang dicita-citakan ibu Shintha sungguh banyak dirasakan oleh banyak orang, "katanya.

https://www.suaramerdeka.com

Kategori: