Perlu Bantuan Negara, Anak Eks Timor Timur Masih Tersebar di Indonesia
Senin, 21 Mei 2018 | 12:37 WIB

Perlu Bantuan Negara, Anak Eks Timor Timur Masih Tersebar di Indonesia

Ribuan orang Timor Leste (Timor Timor) usia sekitar 30 sampai 50-an tahun masih berada atau tersebar di Indonesia dengan kondisi yang bervariasi (hidup nyaman atau ekonomi cukup, namun banyak yang kondisi hidupnya kurang beruntung).

Mereka, saat usia antara 5 sampai belasan tahun, dari Timor Timor dibawa oleh orang-orang Indonesia ke Indonesia dan hampir semuanya terpisah dari sanak keluarga mereka di Timor Leste sampai sekarang. Pemerintah RI maupun Timor Leste perlu lebih memperhatikan mereka serta berupaya keras menemukan serta mengembalikan mereka ke Timor Leste.

Hal tersebut disampaikan tokoh HAM yang juga pejabat Regional Program Coordinator Asia Justice and Rights (AJAR) Indria Fernida Alphasonny MPhil kepada pers di kampus Unika Soegijapranata Semarang sesaat sebelum memberi kuliah umum tentang "Stolen Children: Agenda Tertinggal dalam 10 tahun Komisi Kebenaran dan Persahabatan Indonesia-Timor Leste" di Theatre Thomas Aquinas kampus Unika, Jumat (18/5). Selain Indria, tampil pula sebagai pembicara Dr Trihoni Nalesti Dewi (dosen FHK Unika).

Pada kuliah umum yang dibuka Dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Unika Dr Marcella Elwina S SH CN MHum, Indria Fernida menyatakan AJAR dibantu banyak pihak (termasuk Kemenlu RI serta pemerintah Timor Leste) saat ini sudah menemukan 169 orang ‘stolen children’ asal Timor Leste yang ada di berbagai wilayah di Indonesia dan 57 di antaranya sudah berhasil bertemu kembali dengan keluarganya di Timor Leste.

Ribuan anak Timor Leste yang terpaksa harus dipisahkan oleh keluarganya ("stolen children") dan dibawa kapal ke Indonesia antara tahun 1975 sampai 1999 saat Timor Leste menjadi bagian dari Indonesia.

"Janji rekonsiliasi melalui Komisi Kebenaran dan Persahabatan yang dilupakan adalah melacak anak-anak tersebut agar bisa dipertemukan kembali kepada keluarganya. Sayangnya janji ini setelah 10 tahun ditandatangani telah dilupakan pemerintah kedua negara," ungkap Indria.

http://krjogja.com

Kategori: