Membangun Karakter Positif di Era Digital melalui Kuliah Moral
Rabu, 30 Mei 2018 | 18:01 WIB

Dampak kemajuan teknologi yang mewabah di Indonesia, ternyata tidak hanya berimbas pada dunia industri saja, di dunia pendidikan pun mengalami hal serupa. Tentu saja dampak tersebut bisa berdampak positif maupun negatif, tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Namun terlepas dari itu semua memang ada banyak hal yang bisa digali bersama untuk mengupdate kemajuan teknologi namun tetap menjaga nilai-nilai yang memang pantas dipertahankan.

Membahas tentang bagaimana membangun karakter positif di era digital dalam dunia pendidikan tinggi, maka Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Soegijapranata pada hari Senin (25/5) telah mengadakan acara Malam Keakraban Nol SKS 2017, dengan tema “ Dewasa dan Humanis “.

Acara yang dilaksanakan di ruang Auditorium Unika ini, dihadiri pula oleh Ketua Program Studi (Prodi) Akuntansi Dr. Monica Palupi Murniati ,S.E., M.M, dosen Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Romo Agus Widodo, Pr., M.Hum., Lic.Th. , para mahasiswa  prodi Akuntansi angkatan 2017, ormawa fakultas, serta beberapa dosen pendamping.

Dr. Monica dalam wawancara dengan kronik mengutarakan maksud diberikannya Kuliah Moral kepada mahasiswa akuntansi 2017 ini, “ Adanya suatu keprihatinan yang muncul terkait hubungan atau komunikasi yang kurang akrab antar mahasiswa sebagai dampak dari penggunaan gadget, menjadi awal diberikannya Kuliah Moral Nol SKS ini. Mahasiswa lebih sering fokus ke gadget daripada menyapa temannya, juga nilai sopan santun menjadi hal yang agak ditinggalkan, itu yang menjadi masalah sosial yang perlu mendapatkan perhatian,” terangnya.

“ Kuliah Moral ini diharapkan dapat mengembalikan bagaimana interaksi sosial para mahasiswa itu dibina dalam proses akademik mereka. Kuliah moral dimaksud sifatnya komplit yaitu moral kehidupan supaya para mahasiswa menghargai kehidupan, termasuk menghargai waktu yang mereka punya untuk belajar dengan cara-cara teknologi yang menyenangkan seperti sekarang ini. Selain itu juga moral dalam keluarga maupun moral dengan lingkungan supaya mereka menghargai lingkungan,” ungkap Dr. Monica.

“Pelaksanaan kuliah ini satu kelas dilakukan selama delapan jam pada hari Jumat-Sabtu dan Sabtu-Minggu. Dan ternyata antusias mereka sangat besar,” jelasnya.

“Keterkaitan lain antara kuliah moral dengan bidang ilmu akuntansi, bahwa hendaknya seorang accounting  tidak hanya proses kognitifnya saja yang bagus tetapi dia juga utuh dalam hal softskill-nya termasuk karakternya,”tandasnya.

Sedangkan Romo Agus mengungkapkan bahwa pelaksanaan kuliah moral ini juga dilakukan di Universitas Sanata Dharma berupa mata kuliah Moral dengan bobot dua sks yang bertujuan untuk membantu para mahasiswa di zaman modern ini supaya tetap mampu untuk menghayati nilai-nilai moralitas. “ Para mahasiswa kita bantu untuk mewujudkan ideal yang baik itu melalui tindakan-tindakan kecil sehari-hari. Maka yang dibahas dalam kuliah moral adalah prinsip-prinsip moral, misalnya saya membantu para mahasiswa menjadi seorang yang baik itu seperti apa, lalu saya memberi contoh dan para mahasiswa merumuskan sendiri. Dari rumusan tersebut para mahasiswa kita dorong untuk mewujudkan idealisme yang mereka rumuskan sendiri,” jelas Romo Agus.

“Dan tampaknya pembekalan kuliah moral ini ditangkap secara baik oleh dosen-dosen lainnya, karena setelah mengikuti kuliah moral ini para mahasiswa baru angkatan 2017 ini boleh dikatakan memiliki  atitude baik. Misalnya dalam hal pengelolaan sampah, menjaga kebersihan lingkungan, lalu juga hal penggunaan air minum yang tidak menggunakan minuman dalam kemasan kecuali dalam keadaan yang terpaksa, itu adalah sebagian dari gerakan konkret yang dilakukan oleh para mahasiswa. Disamping itu para mahasiswa juga saya ajak untuk memelihara tubuh dengan menghindari narkoba, rokok dan free sex,”tandas Romo Agus. (fas)

Kategori: ,