Mahasiswa FHK Unika Cermati Aksi Terorisme di Indonesia
Selasa, 22 Mei 2018 | 17:06 WIB

Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Unika Soegijapranata  mengadakan Diskusi Umum “Menangkap Pesan Teroris”, pada  hari Jumat (18/5) di Ruang 108 Gedung Antonius.

Turut hadir dalam diskusi umum ini, sebagai pembicara yang menelaah dari sudut pandang  pemerintahan, hukum dan komunikasi, yaitu Andreas Ryan Sanjaya, S.I.Kom.,M.A. , Dr. Antonius Maria Laot K.SS.M. Hum. dan Drs. Andreas Pandiangan, M.Si.

Dalam diskusi yang bersifat terbuka bagi umum ini, salah satu pembicara Andreas Ryan Sanjaya, S.I.Kom.,M.A. menyampaikan beberapa hal terkait aksi terorisme, “Kita harus memperhatikan beberapa hal terkait tindakan aksi teror yang terjadi beberapa waktu lalu yaitu pertama : media massa adalah alat penting bagi teroris untuk menyampaikan isu-isu yang mereka perjuangkan, kedua : teroris menggunakan media sosial untuk tujuan-tujuan khusus seperti propaganda, radikalisasi, dan rekrutmen, sedang yang ketiga : masyarakat perlu mendukung upaya kepolisian dengan mencegah viralnya konten radikal dari akun-akun tertentu di Internet,” terangnya.

Sedangkan Dr. Antonius Maria Laot K.SS.M. Hum mengemukakan tentang adanya beberapa persepsi dari RUU Terorisme, “Kehadiran RUU Terorisme tersebut memberikan tantangan baru bagi negara, dalam rangka mensinkronkan antara penegakan hukum yang preventif, represif, rehabilitatif, dengan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM). Kedua “intrik” tersebut harus bisa didamaikan oleh negara dalam RUU Terorisme. Tentu saja kita sepakat bahwa menghindarkan munculnya korban tindakan terorisme adalah harapan mutlak. Namun pada titik yang sama, upaya pencegahan dengan tetap memegang HAM, menjadi kunci bagi kehebatan sebuah bangsa yang beradab.”

“Maka dalam konteks pencegahan masif, kiranya pendidikan memegang kunci yang sangat vital. ‘With guns you can kill terrorists, with education you can kill terrorism’ (Malala Yousafzai). Pada poin yang sama, “Educating the mind without educating the heart is no education at all” (Aristoteles),” tambahnya.

Pada kesempatan lain, Ambrosius Wahyu Aryono Nugroho sebagai ketua BEM FHK Unika Soegijapranata sekaligus penyelenggara diskusi ketika ditanya mengenai tujuan diselenggarakannya diskusi umum di FHK, Ia menjelaskan, “Diskusi ini adalah sebuah diskusi yang bertujuan untuk mengetahui maksud atau pesan yang tersirat dari berbagai aksi terorisme yang terjadi di beberapa tempat atau daerah di Indonesia, mengetahui respon hukum mengenai peristiwa yang telah terjadi dan mengetahui respon dari pemerintah  terhadap berbagai aksi terorisme yang terjadi,” ungkapnya.

“Hal lain, kami berharap dengan acara diskusi ini, dapat membuka wawasan mahasiswa, terkait dengan kejadian terorisme yang sedang gencar terjadi saat ini, dan diharapkan pula agar mahasisawa lebih bisa melek terhadap pesan tersirat yang disampaikan oleh Teroris untuk kita semua,” tandasnya.

Kategori: ,