Lanjut Studi S-2 dengan Beasiswa dari Providence University
Rabu, 9 Mei 2018 | 17:49 WIB

Dara yang memiliki nama lengkap Stephani Inggrit Swastini Dewi ini, merupakan alumni Prodi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata. Dalam studi kesarjanaan (S-1) yang telah dituntaskannya pada bulan September 2017, ternyata membawa berkat yang melimpah pada dirinya. Tidak hanya berhasil menduduki jabatan sebagai System Analyst di PT. Semis saja, tetapi dia juga berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S-2 nya di Providence University (PU) Taiwan.

Dalam penuturannya, Stephani mengungkapkan bahwa pada awalnya dia mendapat informasi tentang penawaran beasiswa S-2 ini dari Prof. Ridwan Sanjaya. Dan Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, maka disela-sela kesibukannya bekerja, ia berusaha melengkapi persyaratan permohonan beasiswa di Providence University untuk mewujudkan harapannya. Hingga pada bulan April 2018, ia mendapatkan jawaban dan diterima untuk studi Lanjut S-2 di Providence University Taiwan, melalui beasiswa yang diterimanya.

Dalam beasiswa yang diterimanya ia berhak mendapatkan uang sekolah dan hal lainnya selama setahun kuliah di Providence University, jika setelahnya mendapat nilai baik dan tidak melakukan pelanggaran, akan mendapat beasiswa untuk tahun selanjutnya.

Stephani yang semasa kuliah S-1 dulu pernah menulis  enam buah journal Internasional dan ikut dalam exchange student di Providence University ini,  juga menjelaskan beberapa syarat yang harus dipersiapkan dalam pengajuan permohonan beasiswa di Providence University.” Saya harus menyiapkan beberapa dokumen-dokumen seperti ijazah, transkrip, surat rekomendasi (dalam bahasa inggris atau mandarin), fotokopi passport, dan tes TOEFL ITP (min 500/550), untuk pengajuan permohonan beasiswa ini,” jelasnya.

“Waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan dokumen, sebenarnya tidak terlalu lama karena saya sudah pernah mendaftar beasiswa dan exchange sebelumnya, hanya saja untuk yang belum pernah mungkin perlu lebih banyak waktu untuk membuat passport atau test TOEFL (mungkin sekitar 2-4 minggu),” terangnya.

Saat ditanya tentang proses seleksi beasiswa, Stephani menjelaskan,”Setelah mendaftar online dan mengirimkan dokumen, mereka akan menghubungi untuk menentukan jadwal interview (kurang lebih 2 minggu setelahnya), interview dilakukan melalui video call skype dengan direktur GMBA selama sekitar 20 menit (dengan Bahasa Inggris). Kemudian hasil interview akan diberitahukan sekitar seminggu setelahnya. Hanya saja, pemberitahuan ini untuk basic sholarship (uang sekolah saja), untuk biaya hidup akan diberitahukan kira-kira pada pertengahan Juni (jadi sekitar 2-3 bulan setelah pemberitahuan hasil interview).”

Saat ditanya tentang pesan yang akan disampaikan untuk para mahasiswa yang masih aktif kuliah, Stephani berpesan,“Pesan saya untuk para mahasiswa yang masih aktif studi, cobalah banyak hal selagi masih memiliki banyak waktu selama kuliah (misal ikut organisasi, kursus dan sebagainya), berusaha memikirkan apa yang mau dilakukan setelah lulus agar tidak bingung setelah benar-benar lulus,” tutupnya. (fas)

Kategori: ,