Kolaborasi Workshop Mahasiswa Unika dan Dasmarinas Filipina akan Berlanjut
Selasa, 1 Mei 2018 | 12:09 WIB

Selama lima hari, mulai Senin (30/4/2018) hingga Jumat (4/5/2018), Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata Semarang bersama De La Salle University Dasmarinas (DLUD) Filipina menggelar kolaborasi workshop bertajuk Everyday Design.

Kolaborasi workshop yang digelar di Gedung Henricus Constance Kampus Unika Jalan Pawiyatan Luhur IV Nomor 1 Bendan Dhuwur Kecamatan Banyumanik Kota Semarang itu, diikuti sekitar 40 mahasiswa dari FAD Unika Soegijapranata dan 20 mahasiswa DLUD Filipina.

Dalam sesi pembukaan, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Unika Soegijaprana Semarang Benny Danang Setianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk realisasi dari nota kesepahaman (MoU) yang telah dilaksanakan sejak 2011 silam.

“Tahun lalu, kami sudah kirimkan delegasi mahasiswa beserta beberapa staf pengajar FAD Unika Soegijapranata ke sana –DLUD Filipina—untuk ikuti workshop. Dan yang dilakukan selama hari ke depan ini, merupakan kegiatan kunjungan balasan,” beber Benny.

Kepada Tribunjateng.com, Senin (30/4/2018), Benny mengutarakan, jalinan kemitraan tersebut tentu tak sekadar kegiatan itu. Namun akan terus berkolaborasi dalam berbagai bentuk. Di antara seperti riset bersama maupun lainnya.

“Tidak hanya workshop, selama mereka di sini juga akan kami ajak kunjungi ke beberapa destinasi arsitektur di Semarang ataupun Jawa Tengah. Karena itu menjadi bagian tidak terpisahkan atau wajib seperti halnya saat kami berada di sana,” ucapnya.

Dan yang sedang dipikirkan pihak universitas, lanjutnya, dimungkinkan pula akan terjadi jalinan kemitraan bersama Faculty of Medicine DLUD Filipina. Sebab di sana pula dalam hal itu cukup kuat.

“Desig yang digunakan untuk setiap harinya adalah bagaimana design itu menjadi efektif di mana masyarakat atau justru menjadi kebohongan. Karena itu kami coba angkat topik tersebut,” kata Sekretaris Prodi Desain Komunikasi Visual FAD Unika Soegijapranata Peter Ardhianto.

Menurutnya, dari workshop tersebut setidaknya mampu mengajarkan lebih terkait truth analyst advertising. Maksudnya kebenaran dan kebohongan design yang biasanya berlaku di tiap hari.

“Tetapi mana yang paling efektif? Seperti misalnya apabila seseorang makan snack. Sebenarnya yang dibeli advertisingnya atau makanan itu sendiri. Itu salah satu bagian yang akan dikupas. Termasuk juga terkait fotografi, kemasan, handmade, branding, hingga vloggingnya,” bebernya.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: