Daerah Resapan, Perlu Ditinjau Ulang
Selasa, 1 Mei 2018 | 9:56 WIB

PENGAMAT Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, proyek Semarang Outer Ring Road (SORR) sudah lama digagas, kurang lebih 10 tahun yang lalu. Namun pembangunan SORR ternyata ‘keduluan’ pemerintah pusat yang membangun jalan tol Batang-Semarang. Bahkan, dalam waktu dekat ini tol sudah siap digunakan secara fungsional.

“Rencana itu tidak terbangun sampai sekarang, karena pemkot tidak memiliki anggaran. Harapannya ada kucuran dana dari pusat. Tapi, jalan tol sudah dibangun duluan. Tujuannya sudah terpenuhi, yakni mobil tidak lewat tengah kota lagi,” katanya.

Selain itu, Djoko juga menjelaskan, pembangunan jalan SORR tersebut cukup panjang. Menurutnya, pembangunan SORR akan menelan anggaran yang besar, diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Itupun masih di luar anggaran untuk pembebasan lahan.

“Pemkot Semarang tampaknya berat. Tenaga besar, anggaran besar. Membuat jalan itu juga mahal, per kilometer saya kira habisnya bisa sampai Rp 100 miliar. Itu kalau jalannya bagus, sudah empat lajur, ada mediannya. Tinggal mengalikan panjangnya berapa? Itu di luar pembebasan lahan,” bebernya.

Terkait perlu tidaknya SORR, Djoko menjelaskan, terdapat sisi positif dan negatifnya. Untuk positifnya, daerah yang dilewati SORR sudah dipastikan akan mengalami perkembangan. “Sisi negatifnya, lokasi yang dibangun itu daerah kawasan resapan. Akibatnya, ya menimbulkan permasalahan banjir lagi. Gunungpati dan Mijen itu kan daerah resapan semua. Kalau itu terbuka, ya upaya kita mengatasi banjir di Kota Semarang bisa tidak maksimal,” katanya.

Karena itu, Djoko mengingatkan, dalam pambangunan SORR Mijen, Pemkot Semarang untuk meninjau ulang, karena lokasi tersebut kawasan resapan.

“Kecuali nanti aktivitas kanan kiri (jalan) tidak ada bangunan. Tapi, nanti pasti ada bangunan. Jadi, sangat rawan. Jadi hal-hal seperti itu kurang diperhatikan. Kalau sudah banjir baru ingat, tapi sudah telanjur terbuka. Jadi, jangan sampai dibukalah daerah atas itu. Ya dipikir ulanglah, positif-negatifnya apa,” tegasnya.

https://radarsemarang.com

Kategori: