Aksi Damai 1000 Lilin dari Unika Untuk Indonesia
Kamis, 17 Mei 2018 | 9:33 WIB

Bertempat di halaman parkir asrama mahasiswi “St Theresia Avila” Unika Soegijpranata, UPT Reksa Pastoral Kampus Unika bekerjasama dengan pengelola asrama mahasiswi “St Theresia Avila” mengadakan acara doa bersama yang bertajuk “Aksi 1000 Lilin Untuk Indonesia” pada Selasa (15/5). Acara tersebut sebagai respon atas beberapa peristiwa terorisme yang melanda di beberapa daerah di Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut yakni Pastor Kepala UPT Reksa Pastoral Kampus Unika sekaligus Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (HAAK-KAS), Romo Aloysius Budi Purnomo Pr di hadapan sekitar 100 orang peserta doa bersama yang terdiri dari perwakilan mahasiswa unika, komunitas Gusdurian Semarang, komunitas Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) Semarang, Aliansi Muda Bersikap, serta para Suster ordo Carmellit.

Romo Budi dalam pesannya mengajak untuk bersama-sama saling menjaga kerukunan dan kedamaian diantara sesama anak bangsa, terlebih Indonesia saat ini sedang menghadapi goncangan peristiwa yang mengancam kebersamaan dan kebersatuan sebagai bangsa dengan peristiwa terorisme di beberapa daerah.

“Minggu pagi kemarin (13/5) ketika saya mendengar kabar guncangan terorisme di Surabaya, saya langsung berdoa untuk para korban. Kita juga bisa mengambil hikmah dari peristiwa terorisme itu dan tetap menjaga kebersamaan serta kebersatuan sebagai sebuah bangsa yang memiliki keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama dan bahasa melalui tindakan kasih,” ungkap Romo Budi.

Hal senada pun juga disampaikan oleh Koordiantor Acara Doa Bersama, Suster. Theresia D. Rosa N. Elsa, CM. Melalui acara doa tersebut ia berharap kepada para peserta acara agar senantiasa bisa mengikuti teladan hidup seorang kudus Santa Theresia dari Kanak Kanak Yesus (Santa Theresia dari Lisieux) yang mau berdoa bagi sesama yang pernah berbuat jahat. Menurutnya doa dapat mengubah segalanya.

“Sebagai seorang carmelite misionaris saya mengajak teman-teman, mari kita berdoa mengikuti teladan Santa Theresia dari Lisieux agar bisa menyelamatkan banyak jiwa, kita tidak hanya berdoa untuk korban tetapi juga bagi para teroris agar bertobat karena doa mampu mengubah segala-galanya” ujar Sr. Elsa Cm ketika ditemui tim Humas Unika usai acara.

Sementara itu, salah satu peserta acara doa bersama yakni Wahyu Aryo Nugroho (Awang) mengapresiasi terselenggaranya acara doa bersama tersebut terlebih ia terkesan ketika Romo Budi mengajak para peserta acara untuk tetap menebarkan kasih kepada siapapun.

“Bagaimana pun juga para pelaku itu adalah satu tanah air kita, mereka para pelaku juga orang Indonesia yang bertumpah darah satu Indonesia juga. Dari rangkaian acara hari ini mengajak kita untuk tetap mencintai sesama meski terluka, mau mengampuni sesama meski perih beruntun,” ungkap Awang Mahasiswa Ilmu Hukum Unika angkatan 2015 ketika ditemui usai acara.

Acara doa bersama yang berlangsung sejak pukul 18.00 hingga pukul 21.00 ini berlangsung secara lancar serta khusyuk. Acara itu dikemas dalam berbagai sesi, antara lain : doa bersama dari pemuda lintas agama, menyanyikan bersama lagu-lagu kebangsaan, dan sesi sharing bersama untuk menguatkan persaudaraan lintas iman dan menjaga kebhinekaan. (Holy)

Kategori: ,