Unika Soegijapranata Terapkan: E-Sertifikat
Selasa, 17 April 2018 | 14:32 WIB

Ridwan Ingin Kurangi Penggunaan Kertas dan Cegah Plagiat

Plagiarisrne di dunia Perguruan Tingqi acapkali terjadi. Termasuk pembuatan sertifikat palsu untuk keperluan atau kepentingan tertentu.

TRB 13_04_2018 Ridwan Ingin Kurangi Penggunaan Kertas

BERKACA pada itu, Unika Soegijapranata Semarang kembali membuat terobosan baru. Jika sebelumnya membuat aplikasi presensi menggunakan QR Code demi meningkatkan kejujuran serta kepraktisan administrasi perkuliahan, kini universitas yang berada di Jalan Pawiyatan Luhur IV Nomor 1 Bendan Dhuwur, Banyumanik, itu membangun sistem baru di era disrupsi seperti saat ini.

“Per Selasa (10/4) kemarin, kami perkenalkan kepada para mahasiswa terkait aplikasi baru yang secara langsung bisa membantu mereka di suatu kegiatan yang dilaksanakan seluruh civitas akademika lingkungan kampus ini,” kata Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya, Kamis (12/4).

Ridwan menyampaikan, aplikasi yang diperkenalkan itu adalah elektronik sertifikat (e-Sertifikat). Dan sisi fungsi sama yakni berupa sertifikat. Bedanya hanya dari bentuknya. Jika umumnya berbentuk paperless (kertas), kini berupa digital.

“Itu adalah suatu sistem baru yang kami bangun sebagai konsekuensi kesungguhan perguruan tinggi yang siap berubah ke arah yang lebih baik lagi, khususnya dalam menyikapi era disrupsi ini dari sisi teknologi. Di mana semua itu bertujuan untuk semakin mendukung kegiatan kemahasiswaan serta memperhatikan lingkungan sekitar,” paparnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unika Soegijapranata, Dr V Kristina Ananingsih menambahkan, terlebih e-Sertifikat yang pada April 2018 ini diterapkan di lingkungan internal kampus sebagai bagian upaya konkret semangat Transfonnasi Inspiralif yang digaungkan menjadi tema karya Unika Soegijapranata di Tahun Akademik 2017-2018.

“Jadi, pada prinsipnya, e-Sertifikat itu untuk menggantikan sertifikat yang biasanya berupa kertas. Kini bentuknya softcopy di mana di dalamnya sudah ditanamkan QR Code, sehingga tetap terjamin keaslian, tetap sah, lebih praktis, lebih mudah, dan yang tidak kalah pentingnya adalah tidak mudah disalahgunakan,” jelas Tina –sapaan akrab V Kristina Ananingsih.

Pihaknya tidak rnenampik, terkadang sertifikat bisa saja disalahgunakan. Caranya diplagiat mulai dari bentuk, bahkan tanda tangan pihak yang mengeluarkan sertifikat tersebut. Apabila berbentuk paperless, cukup mudah diplagiat dan rata-rata untuk tambahan poin.

“Melalui e-Sertifikat itu, plagiat tersebut sangat kecil kemungkinan terjadi. Tanda tangan yang mengesahkan sertifikat itu pun bentuknya QR Code. Nama-nama yang tercantum di sertifikat tersebut pun mudah diketahui atau dilacak karena telah terkoneksi secara langsung dengan database civitas akademik yang ada di kampus ini,” jelasnya.

Menurutnya, e-Sertifikat secara umum bertujuan guna mendukung berbagai kegiatan kemahasiswaan yang tidak melupakan lingkungan yang ada di sekitarnya. Dan aplikasi yang diterapkan itu, secara otomatis dapat lebih efisien.

“Keuntungan lain, juga akan lebih mempermudah Unit Pelaksana Teknis Kemahasiswaan maupun mahasiswa itu sendiri dalam pemenuhan kebutuhan pengisian surat keterangan pendamping ijazah di tiap semesternya. E-Sertifikat tersebut terhu-bung secara online. Sehingga otomatis flap mahasiswa juga bisa membukanya melalui Sintak Unika Soegijapranata,” tandasnya.

Ada tiga template
Evander Reinhart Mulyono, penyusun sekaligus pernbuat aplikasi e-Sertifikat Unika Soegijapratana tersebut mengutarakan, telah ada tiga template yang bisa dipilih pihak penyelenggara kegiatan dalam pembuatan sertifikat. Yakni akademik, non akademik, serta seni-olahraga. .”Tinggal disesuaikan saja sesuai kebutuhan, setelah dipilih,” jelas Evan.

►Tribun Jateng 13 April 2018

Kategori: ,