Unika kembangkan Teknologi Virtual
Senin, 30 April 2018 | 10:27 WIB

SM 30_04_2018 Unika Kembangkan Teknologi Virtual

Unika Soegijapranata mengembangkan teknologi Vanika (Virtual Assistant Unika) dan saat ini sudah dapat diakses melalui aplikasi LINE.

Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Ridwan Sanjaya menuturkan, teknologi Vanika ini terbaru dikembangkan oleh Unika. Teknologi ini membantu para alumni, orang tua, dosen, dan mahasiswa yang ingin bertanya terkait informasi di Unika. Dengan teknologi ini, mereka dapat mengakses infonnasi di Unika via chat dan dilayani selama 24 jam nonstop.

"Pencari informasi cukup mengajukan pertanyaan terkait informasi yang dibutuhkan misalnya informasi terkait dengan penerimaan mahasiswa baru (PMB), akan dijawab Vanika secara otomatis dan ditujukan langsung pada informasi yang bersangkutan bukan dijawab dengan sistem autoreply (jawaban yang sama untuk seluruh pertanyaan) sehingga jawaban untuk setiap pertanyaan yang diajukan akan berbeda," tutumya saat Wisuda Periode 1 di Kampus Unika Soegijapranata, akhir pekan lalu.

Ke depan, Vanika akan melayani berbagai macam hal kebutuhan seperti layanan keuangan, administrasi, lowongan kerja, kantor internasional.

Unika, lanjut dia, kembali menegaskan slogan Disruptive Innovation, Industri 4.0. Menurutnya, slogan tersebut kembali menegaskan bahwa dunia yang dihadapi adalah dunia yang VUCA (volatility, uncertainty, complexitiy, and ambiguity) alias rapuh, mudah berubah, dan semakin rumit.

Karena itu, reaksi yang harus dilakukan juga VUCA, yakni cara pandang jauh ke depan (vision), pemahaman yang mendalam (understanding), ketajaman dalam melihat peluang (clarity), dan kelincahan dalam bergerak (agility).

"Meskipun begitu, remaja saat ini sangat kreatif namun jangan tergoda untuk mengikuti hal yang sama, sesuai dengan konsep samudra biro. Seorang lulusan diharapkan dapat masuk ke samudra biru, yaitu inovasi yang dilakukan tidak selalu mengganggu pihak lain, tetapi justru menciptakan dan mengembangkan semesta yang baru. Diharapkan mereka tidak masuk ke samudra merah atau bertarung dengan apa yang sudah ada (incumbent) yang akhirnya bisa saja sama-sama mati," paparnya.

Dalam wisuda periode I tersebut, prosesi wisuda dilaksanakan dua kali. Total wisudawan 532 orang, dari jenjang pendidikan diploma, sarjana, dan magister.

â–ºSuara Merdeka 30 April 2018 hal. 24  , https://www.suaramerdeka.com

Kategori: