Unika Buka Progdi S3 Ilmu lingkungan
Selasa, 10 April 2018 | 8:18 WIB

Unika Buka Progdi S3 Ilmu lingkungan

Universitas Khatolik Soegijapranta (Unika)  miliki program studi baru,  Program Doktor (S3) Ilmu Lingkungan. Yakni sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI Nomor 620/KPT/I/2017.

Ketua Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata, Prof Dr Andreas Lako  menuturkan beberapa hal berkait program studi baru di kampus yang berada di Jalan Pawiyatan Luhur IV Nomor 1 Bendan Dhuwur Kecamatan Banyumanik Kota Semarang itu.

“Itu adalah program doktor interdisipliner. Konsentrasi khususnya adalah pada hal kepemimpinan lingkungan. Dalam program itu, ada empat bidang kajian utama dan penting,” kata Andreas, Sabtu (7/4).

Keempat hal tersebut, lanjutnya, yakni berkait kajian relasi manusia, bisnis, dan lingkungan. Lalu kajian permasalahan lingkungan, kajian pencemaran dan kerusakan lingkungan, serta kajian valuasi lingkungan.

“Dari situ, masing-masing disiplin ilmu tersebut akan kami integrasikan maupun sinkronkan dengan ilmu lingkungan. Terlebih karena tentunya para calon mahasiswa berasal dari berbagai latar disiplin ilmu,” ucapnya.

Dia mencontohkan, misal seorang mahasiswa berlatar pendidikan Program Magister Akuntasi, apabila yang bersangkutan memilih program studi doktor tersebut, tentu akan memfokuskan pada riset disertasinya terkait Akuntansi Lingkungan, Audit Lingkungan, maupun Perpajakan Lingkungan.

“Ketika yang bersangkutan lulus, bakal memiliki keahlian khusus. Yakni Doktor Akuntansi Lingkungan. Termasuk juga kepada calon mahasiswa yang berlatar pendidikan ilmu agama dan lainnya. Prinsip, bakal disesuaikan dan akan kami integritaskan sehingga ilmu sebelumnya tidak hilang,” papar Andreas.

Hal lain yang perlu diketahui, lanjutnya, program tersebut dirancang khusus oleh Unika Soegijapranata agar mereka dapat menyelesaikannya paling lama empat tahun. Perkuliahan hanya akan dilaksanakan selama satu semester atau sebanyak 12 SKS dan diadakan tiap Jumat dan Sabtu.

“Untuk hari selain Jumat dan Sabtu, yakni Senin hingga Kamis, hanya akan diisi independent study. Itu kami terapkan karena mereka yang kuliah mayoritas telah mengabdi baik sebagai pimpinan maupun karyawan di instansinya masing-masing,” jelasnya.

Lalu untuk semester 2 hingga semester 8, bebernya, perkuliahan lebih fokus pada penulisan proposal, riset, hingga publikasi jurnal internasional. Selain itu juga ada seminar maupun publikasi buku disertasi yang apabila ditotal bisa mencapai sekitar 60 SKS.

“Untuk biaya kuliahnya hanya Rp 13,5 juta per semester. Yang terpenting atau perlu diketahui, kami coba senantiasa mengedepankan hubungan relasi kolegial serta kekeluargaan antara mahasiswa dengan tim promotor (dosen),” pungkas Andreas.

http://asatu.id

Kategori: