TRANSFORMING SPIRITUAL ENCOUNTER – (Gladi Rohani IX Unika Soegijapranata)
Jumat, 20 April 2018 | 17:21 WIB

_MG_3806

Pada tanggal 13-15 April 2018, Unika Soegijapranata mengadakan kegiatan Gladi Rohani. Gladi Rohani ini menjadi program rutin tahunan yang diadakan oleh Unika Soegijapranata dibawah kendali Reksa Pastoral Kampus. Gladi Rohani tahun ini menjadi Gladi Rohani ke IX yang diadakan oleh Campus Ministry Unika Soegijapranata. Gladi Rohani ini memiliki tujuan untuk mengasah nilai kerohanian yang ada dalam pribadi mahasiswa secara khusus mereka yang beragama Katolik. Sr. Elsa CM selaku penasehat Campus Ministry Unika Soegijapranata menyatakan bahwa menjadi mahasiswa tidak cukup hanya sekedar mengandalkan intelektual. Mahasiswa Unika secara khusus yang beragama Katolik juga perlu untuk mengasah nilai kerohanian mereka. Oleh sebab itu, diadakanlah kegiatan Gladi Rohani ini.

IMG_6910Pada tahun ini, panitia mengambil tema “Transforming Spiritual Encounter”. Tema ini memiliki makna bahwa dalam kegiatan Gladi Rohani IX ini, para peserta dapat mengalami pengalaman perjumpaan yang mengubah. Mereka diharapkan mampu lebih mengenal diri mereka sendiri dan juga diharapkan mereka dapat berjumpa dengan Tuhan. Gladi Rohani tahun ini diadakan di Wisma Lentera Kasih, Kulonprogo, DIY. Selama 3 hari 2 malam ini, para peserta diajak untuk bertemu dengan diri mereka sendiri dan juga Tuhan Yesus dalam diri mereka.

Acara Gladi Rohani IX dibuka dengan ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Sani Wibowo SJ dari Seminari Mertoyudan. Setelah misa, acara dilanjutkan dengan sesi “Who am I”. Sesi ini dibawakan oleh Mas CVR. Abimanyu selaku dosen psikologi di Unika Soegijapranata dan Mas Rico. Dalam sesi ini, Mas Abi dan Mas Rico mengajak para peserta untuk lebih mendalami diri mereka. Mereka diminta untuk mengisi 4 bagian dalam selembar kertas yang telah dibagikan. Dalam lembaran itu, mereka diajak untuk melihat sejauh mana mereka telah mengenal kepribadian mereka. Setelah mengisi kertas tersebut, para peserta diminta untuk mengisi di kertas milik peserta lain entah kebaikan atau keburukan orang tersebut. Tujuannya, mereka diajak untuk dapat memberikan penilaian kepada yang sesama mereka. Sesi ini ditutup dengan saling melukis di wajah. Acara hari pertama ditutup dengan renungan yang dibawakan oleh Sr. Elsa CM dan tim. Dalam renungan malam itu, para peserta diajak untuk berkontemplasi membayangkan Yesus yang hadir lewat pribadi pribadi yang ada di sekitar mereka mulai dari orang tua hingga sahabat mereka.

IMG_6930Hari kedua dibuka dengan KKS (Kelompok Kitab Suci). Dalam kegiatan ini, para peserta didampingi oleh 1 orang fasilitator di tiap kelompok diajak untuk mendalami kutipan Kitab Suci. Pada kesempatan ini, kutipan yang diambil adalah kisah pertobatan Saulus. Setelah KKS, kegiatan selanjutnya adalah eksposure. Pada kesempatan ini, para peserta disebar ke 2 pasar yang ada di sekitar Wisma Lentera Kasih. Mereka diminta untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan membantu bekerja para penjual yang ada di 2 pasar tersebut. Banyak dari para peserta yang menuturkan bahwa ini adalah pengalaman baru yang mengasyikan. Mereka menyatakan bahwa mereka menikmati kegiatan eksposure ini. Hal yang sama dituturkan oleh para penjual yang ada di pasar tersebut. Meski awalnya sempat bingung mengapa ada banyak anak muda yang masuk ke pasar dan melamar kerja, namun pada akhirnya mereka menerima kehadiran para peserta untuk bergabung bersama mereka. Tidak sedikit dari para pedagang ini yang memberikan kesan positif terhadap kinerja para peserta. Mereka menyatakan bahwa para peserta bekerja dengan totalitas dan tidak canggung ataupun jijik dengan lingkungan pasar tersebut. Pada petang harinya, para peserta diajak untuk mendalami arti perjumpaan yang mengubah. Sesi kedua ini dibawakn oleh Rm. Nicho Ilan CMF. Rm Nicho menjelaskan sejarah perjumpaan Yesus dan para murid hingga makna perjumpaan dengan Yesus yang sesungguhnya. Hari kedua ditutup dengan sesi rekonsiliasi. Dalam rekonsiliasi ini, peserta diajak untuk ikut merenungkan sengsara Yesus dengan melewati 5 pos yang disediakan panitia. Pada pos pertama, mereka diminta untuk menutup mata dan berjalan dengan kaki diikat. Pada pos kedua, mereka diminta untuk merayap. Pada pos ketiga, mereka diminta untuk berjalan jongkok. Pada pos keempat, mereka diminta untuk saling menggendong, dan di pos kelima, mereka diminta untuk saling membasuh kaki. Dalam setiap pos, selalu ada nilai yang ditawarkan. Nilai yang ingin diperjuangkan secara khusus adalah maju bersama Kristus dan berani melawan rasa ragu.

IMG_7050Pada hari terakhir, acara yang ditawarkan berbeda dengan hari pertama dan kedua. Pada hari terakhir ini, para peserta diajak untuk bersenang-senang bersama lewat kegiatan senam dan outbond. Hari ketiga ini memiliki tujuan secara khusus untuk saling mengakrabkan satu sama lain baik peserta dengan peserta maupun peserta dengan panitia. Oleh karena itu, pada sesi outbond, peserta dan panitia berdinamika bersama dan tidak ada perbedaan antara peserta dan panitia. Salah seorang peserta bernama Gita, menuturkan bahwa dirinya amat bergembira dengan kegiatan ini. Menurut Gita, kegiatan ini mampu membuatnya merasakan kehadiran Tuhan lewat orang-orang disekitarnya secara khusus sesama peserta Gladi Rohani. Gita memiliki harapan bahwa kegiatan ini terus diadakan dan dia berharap agar waktunya bisa ditambah. Kesan yang sama juga dituturkan oleh Frans, dia mengatakan bahwa lewat kegiatan ini, dia dapat merasakan kehadiran Tuhan dan ikut merasakan sengsara Kristus lewat sesi rekonsiliasi. Sr. Elsa CM selaku penasehat Campus Ministry memiliki harapan kepada para peserta bahwa nantinya mereka mau untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan Reksa Pastoral Kampus ini. Dia juga berharap bahwa lewat kegiatan ini, akan mampu muncul kader kader baru yang siap menjadi pengurus di Campus Ministry Unika Soegijapranata. Seluruh rangkaian acara Gladi Rohani IX ini ditutup dengan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Alib Saswito Pr dari Paroki Boro.(RAY)

IMG_7250_MG_3843

Kategori: