Teknologi yang Manusiawi
Jumat, 20 April 2018 | 10:33 WIB

B.Junianto Wibowo - Teknologi yang Manusiawi

Perkembangan teknologi yang begitu dahsyat pada dekade terakhir ini telah dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat di berbagai sektor. Di sektor hiburan, dapat dilihat sejak beralihnya televisi hitam putih ke televisi berwarna. Yang diikuti dengan maraknya video cassette tape recorder dan disempurnakan menjadi VCD, DVD.

Sontak, banyak orang lebih menyukai menonton film di rumah dari pada menonton di bioskop.  Yang harga tiketnya per orang jauh lebih mahal dibandingkan harga sewa per kaset film.  Perubahan itu berujung pada banyaknya gedung bioskop yang ditutup karena menderita kerugian  cukup besar.

Seiring dengan hal itu, menjamurnya stasiun televisi swasta nasional maupun lokal membuat masyarakat secara bebas dapat memilih channel televisi sesuai keinginannya. Terlebih dengan maraknya program siaran televisi dari negara lain. Yang tayangannya dapat dilihat melalui antena parabola atau kabel. Hal itu menyebabkan program acara yang biasa disiarkan radio banyak dialihkan dan ditayangkan di televisi, termasuk siaran iklan.

Pertimbangannya, penayangan di televisi lebih mengena dan menguntungkan karena dapat dilihat secara kasat mata. Apalagi tayangannya disertai dengan tata warna yang cemerlang dan menarik. Sehingga membuat masyarakat akan lebih memilih melihat program siaran di televisi.  Dampaknya adalah banyak radio swasta yang terpaksa ditutup karena rugi dan hanya sedikit saja yang masih eksis.

Di sektor telekomunikasi, penemuan dan penggunaan telepon genggam (handphone) yang semakin canggih, karena ada yang Android,  seperti  bisa untuk telepon, audio, video, memotret, internet, mengirim berita, dsbnya selain lebih mobile. Akibatnya, selain telepon rumah mulai ditinggalkan dan jarang dipergunakan, pengiriman surat melalui kantor pos juga sudah berkurang sama sekali.

Di sektor  jurnalistik, peran penulis dan editor sekarang juga sudah dapat digantikan oleh temuan tehnologi canggih seperti AI, software maupun script baru. Yang dapat melakukan pekerjaan mulai dari merangkum, menulis, mengedit hingga menterjemah. Selain dengan menggunakan program google translate yang notabene dapat digunakan oleh siapa saja. Hal itu membuat order terjemahan dan pekerjaan penulisan kepada penerjemah sangat berkurang.

Di sektor industri juga demikian, semakin banyak mesin-mesin industri baru yang dipergunakan oleh perusahaan untuk melakukan berbagai hal yang biasa ditangani karyawan. Akibatnya penggunaan tenaga manusia di industri berkurang.

Kemudian di sektor perdagangan, semakin banyak penggunaan e-commerce dalam menyelesaikan transaksi bisnis. Dalam waktu yang tepat, singkat dan aman sehingga menguntungkan pihak penjual maupun pembeli tanpa melibatkan banyak orang. Dan masih banyak contoh lainnya yang intinya penggunaan teknologi tinggi dalam suatu kegiatan usaha telah menggurangi penggunaan tenaga manusia.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa penemuan dan penggunaan teknologi yang semakin canggih akan berisiko terhadap pengurangan penggunaan tenaga manusia dalam bidang usaha. Dengan kata lain akan menciptakan pengangguran. Hal ini jelas tidak manusiawi dan  tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berupaya untuk menekan angka pengangguran sebesar mungkin.

Melihat hal itu, maka kedepannya menurut hemat penulis demi mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas, kuantitas maupun efisiensi dalam menghasilkan barang dan jasa. Yang akan dikonsumsi dan dinikmati masyarakat pengguna, penggunaan teknologi seyogyanya tetap diperlukan serta terus dikembangkan. Namun harus diikuti dengan pengawasan secara ketat dan kontinye.

Artinya, penggunaan teknologi harus manusiawi Yaitu hanya diterapkan untuk bagian-bagian tertentu saja,  yang tidak dapat ditangani dengan tenaga manusia. Sementara hal lain yang bisa ditangani manusia tidak boleh disentuh oleh teknologi

Misalnya, di pabrik untuk bagian pengepakan diharuskan tetap menggunakan tenaga manusia, sementara bagian pemrosesan dilakukan secara kombinasi. Yaitu menggunakan tenaga manusia dan mesin-mesin. Demikian juga bagian pemasaran dan administrasi lebih banyak menggunakan tenaga manusia.

Di Kantor Pos, pembuatan benda pos tetap dengan menggunakan mesin yang modern. Sementara, pengepakan dan penjualan harus menggunakan tenaga manusia. Di sisi lain, bidang yang ditangani diperluas. Misalnya, pengiriman barang tidak terbatas yang ringan namun juga sampai barang yang besar dan berat. Selain tetap menerima jasa penerimaan asuransi, iuran BPJS, pembayaran pensiun, juga dimungkinkan melakukan penjualan tiket perjalanan, pembayaran pajak, dsbnya

Gedung bioskop tetap didirikan dan dikembangkan dengan model seperti yang kita lihat sekarang ini. Yaitu dengan model bioskop cinema lebih dari satu dengan pemutaran film berbeda di ruang berbeda pada satu gedung bioskop. Dan dilengkapi dengan jasa hiburan pendukung bagi penonton yang sedang menunggu pemutaran film. Misalnya ruang karaoke, tontonan musik melalui DVD atau Brain. Juga resto meskipun mini untuk penonton yang akan makan dan minum.  Dengan penataan yang bersih, full AC dan rapi serta menarik, niscaya akan menjadi daya tarik masyarakat untuk tetap menonton film di bioskop.

Di sektor perdagangan,  penggunaan e-commerce yang cukup berkembang di Indonesia lebih baik difokuskan hanya untuk barang-barang tertentu seperti elektronik, komputer, kamera dan kendaraan. Yang transaksinya tidak sebanyak barang-barang primer. Meskipun demikian, tidak perlu dikawatirkan, karena masyarakat banyak yang belum yakin penggunaan e-commerce dapat menjamin keamanannya. Mengingat saat ini banyak yang trauma akan penipuan lewat internet, handphone dengan berbagai iming-iming yang menarik.

Untuk sektor jurnalistik, tidak perlu dicemaskan dengan perkembangan teknologi untuk mengedit, menterjemahkan, dsbnya. Karena terdapat terjemahan yang tidak tepat bahkan menyalahi tata bahasa, sehingga diperlukan peran manusia untuk mengolahnya.

Jadi, kita perlu menyikapi bahwa penggunaan teknologi dalam dunia usaha akan memajukan usaha dan dapat memenuhi kebutuhan manusia. Yang tidak kalahnya pentingnya adalah manusia  yang mengatur teknologi dan bukan teknologi yang mengatur manusia.

http://radarsemarang.com

Kategori: ,