Sempat Minder Tetapi Segera Bangkit Dan Menjadi Yang Terbaik
Kamis, 26 April 2018 | 10:45 WIB

Predikat lulusan SMK Antonius Bidang Perkantoran tidak membuat Apelina Theresia atau yang biasa dipanggil Apel (Wisudawan terbaik Progdi Perpajakan) menjadi minder. Pada awalnya, Apel memilih progdi (Program Studi) Perpajakan Unika Soegijapranata karena hanya progdi perpajakan Unika-lah yang menyediakan program D3. Selain itu, ia juga memandang Bidang Perpajakan di Indonesia akan memiliki prospek yang cerah dan waktu tempuh studi yang relatif pendek (dibanding S1) juga turut menjadi petimbangan Apel untuk memilih Progdi Perpajakan Unika Soegijapranata disamping itu Apel pun juga ingin segera bekerja selepas lulus kuliah.

Di tahun pertama kuliah, Apel sempat melihat temannya sangat bersemangat mengikuti kuliah. Banyak dari mereka yang terlihat bisa dan sangat aktif mengajukan pertanyaan ke para dosen dan tentunya hal ini pun sempat membuat Apel menjadi minder meskipun akhirnya ia dapat mengatasi rasa minder tersebut dengan mengulangi kembali bahan kuliah di rumah dan apabila ada pembelajaran yang kurang dimengerti, Apel tidak segan untuk bertanya langsung dengan dosen yang bersangkutan. Usahanya pun tidak sia-sia, Ia tidak menyangka di semester 1 bisa memperoleh IP (indeks Prestasi) 4. Hal ini pun menjadi suatu kebanggaan bagi dirinya.

Sembari menimba ilmu, Apel juga sering menjadi asisten dosen sejak semester 3 untuk memperdalam ilmu yang ia miliki. Tidak hanya itu, bahkan teman-teman Apel juga sering berkunjung ke rumah Apel untuk belajar bersama. Hal ini pun tidak lepas dari prestasi dan ketekunannya yang berhasil lulus dari D3 dengan IPK 3,98.

Ketekunannya dalam belajar bukan dikarenakan kecintaannya pada satu mata kuliah tertentu ataupun satu dosen tertentu melainkan sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap jasa orangtuanya yang telah membiayainya kuliah, sehingga dalam belajar Apel tidak ambisius dalam mengejar nilai karena baginya nilai yang diperoleh adalah anugerah dari Tuhan.

“Saya pun menyadari bahwa adanya keterbatasan dana dari orangtua yang bekerja sebagai satpam, namun hal itu tidak mematahkan semangat kuliah saya. Untuk itu, setiap ada beasiswa yang ditawarkan di Unika, saya selalu mencoba mendaftar dan sepanjang masa kuliah, saya sempat menjadi penerima 2 beasiswa yaitu Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dan Beasiswa Sandjojo. Dari beasiswa yang saya ikuti, saya mencoba menabung uang yang saya peroleh guna membayar kuliah saya sendiri dibantu dengan tabungan uang jajan yang saya sisihkan. Bahkan, bisa dibilang untuk membiayai kuliah saya, uang yang dikeluarkan oleh orangtua saya tidak lebih dari 10 juta karena orangtua saya hanya membayar uang registrasi masuk” jelas Apel. (Cal)

Kategori: ,