Pilih Prodi Akuntansi Karena Menyukai Berhitung
Kamis, 26 April 2018 | 8:45 WIB

“Tidak selamanya keahlian kita saat ini, akan berguna menyeluruh di masa depan” begitulah kata-kata yang turut menggambarkan perjalanan Amelia Devina, Wisudawan Terbaik Program Studi (Prodi) Akuntansi Unika Soegijapranata. Saat ia memilih jurusan yang diminati di Unika, ia sempat bimbang karena satu sisi ia kurang menyukai beberapa bagian ilmu pengetahuan alam seperti hafalan rumus pada fisika dan kimia, namun di satu sisi, ia menyukai berhitung yang membutuhkan konsentrasi dan ketenangan.

Amel, begitu sapaan akrabnya berasal dari SMA Sedes Sapientiae jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ia juga mengungkapkan alasan pemilihan Unika sebagai tempat menimba ilmu tidak lain karena banyak teman SMA nya yang “bedhol desa” ke Unika sehingga ia pun juga mengikutinya.

“Jujur saja, sewaktu memilih jurusan di Unika, saya juga cukup bingung karena sebelumnya saya hendak memilih Progdi Teknik Sipil namun saya kurang ahli dalam menggambar. Saya juga sempat memilih Progdi Manajemen, namun saya mendengar prospek pendidikan akuntansi lebih cerah dan luas sehingga akhirnya saya putuskan pilihan saya di jurusan akuntansi dan di akuntansi, kami lebih banyak berada di kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Seandainya, kami belajar di laboratorium pun, hanya di laboratorium komputer. Hal ini juga memenuhi keinginan saya ” jelas Amel.

Pada awalnya, pemahaman Amel tentang akuntansi sedikit terbata-bata karena sebelumnya ia belum pernah mendapatkan dasar akuntansi di SMA. Namun, berbekal kesukaannya pada berhitung, Amel mencoba untuk memahaminya secara perlahan. Perjuangannya pun membuahkan hasil hingga akhirnya Amel lulus pada Februari 2018 dengan IPK 3,87.

Menurut Amel, banyak kesulitan yang dihadapi selama menjalani kuliah salah satunya mengenai sering adanya tugas yang belum diajarkan. Selain itu, ia sendiri juga mengungkapkan bahwa perbedaan sangat nyata masa SMA dan kuliah yaitu mengenai kecepatan pembahasan satu bab. Sewaktu SMA, dalam satu bab menurut Amel, dapat dibahas lebih dari satu minggu. Sedangkan, sewaktu kuliah bertambah cepat hingga biasanya satu bab dalam 1 hari.

Sebagai anak sulung dari 2 bersaudara, sementara ayahanda tercinta sudah berpulang (meninggal dunia) sejak tahun 2014, tentunya juga membawa beban tersendiri bagi Amel. Untuk meringankan beban orangtuanya, Amel juga memiliki kegiatan rutin lainnya dengan menabung di UKM Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Unika Soegijapranata. Selain itu, ia juga aktif di beberapa UKM dan kepanitiaan kampus seperti Kelompok Studi Investasi (KSI) dan pernah menjadi panitia Soegijapranata Cup.

Selain aktif di kampus, Amel juga aktif sebagai anggota Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Santo Paulus dan sudah sering menjadi lektor saat Ekaristi.

Bagi Amel, di antara dosen akuntansi yang pernah mengampunya, dosen favoritnya adalah dosen pembimbing skripsinya yaitu Dr. Sansaloni Butar-butar, M.Si karena dosen tersebut sering memberikan motivasi dan dorongan bagi para mahasiswa yang diampunya untuk lebih rajin mengerjakan tugas akhir. (Cal)

Kategori: ,