PERDAGANGAN INTERNASIONAL – Indonesia Perlu Banyak Ahli Hukum
Senin, 2 April 2018 | 12:23 WIB

 KR 02_04_2018 Indonesia Perlu Banyak Ahli Hukum
Indonesia saat ini masih minim jumlah tenaga ahli bidang hukum, termasuk pengacara, bidang perdagangan internasional. Padahal tenaga mereka sangat dibutuhkan dalam mensupport era perdagangan bebas serta menjaga kepentingan RI di bidang perdagangan internasional. "Sangat baik kalau perguruan tinggi atau fakultas hukum memberi wawasan tentang hukum perdagangan internasional. Sehingga sejak di bangku kuliah, mahasiswa tahu adanya peluang berkarier di bidang hukum perdagangan internasional" papar Ketua Komisi Anti Dumping Indonesia (KADI) Kementerian Perdagangan RI Ir Ernawati MA dan Dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Unika Soegijapranata Semarang Dr Marcella Elwina Simanjuntak SH CN MHum pada Dialog Interaktif Dumping dan Tindakan Anti Dumping kerja sama KADI-Unika di Semarang kemarin.

Lewat penularan ilmu terkait hukum perdagangan internasional, para mahasiswa ilmu hukum semakin memahami dan diharapkan akan banyak yang tertarik terjun ke bidang tersebut sebagai pengacara atau tenaga lainnya.

Terkait dengan neraca perdagangan Indonesia, Ernawati menyatakan saat ini neraca tersebut sudah bagus. Ekspor meningkat. Namun dalam praktik, ekspor RI ke sejumlah negara Indonesia dikenakan tarif khusus yang kadang dituding melakukan dumping atau bentuk pelanggaran perdagangan internasional lainnya. Sehingga RI melakukan upaya legal mengatasi masalah tersebut, termasuk impor RI dari sejumlah negara ditengarai negara asal melakukan dumping sehingga RI perlu mengambil langkah termasuk upaya hukum anti dumping agar produk Indonesia tidak tertekan dengan impor yang ditengarai dumping tersebut. Dan upaya ini butuh banyak ahli bidang hukum, termasuk lawyer, perdagangan internasional yang mumpuni, sehingga pemberian wawasan keilmuan bidang ini pada mahasiswa berdampak sangat baik.

â–ºKedaulatan Rakyat 2 April 2018, hal. 10 

Kategori: